Sekolah Gratis Dijanjikan Terwujud Tahun Ini
Senin, 06 Jun 2005 16:52 WIB
Jakarta - Kapan orangtua tak perlu pusing-pusing memikirkan biaya sekolah anak-anaknya? Janjinya, program sekolah gratis bakal terwujud mulai tahun ini. Semoga bukan sekadar janji manis belaka!DPR dan pemerintah telah menyepakati sekolah gratis untuk SD dan SMP. Pemerintah dan Panja Anggaran DPR RI menyepakati program sekolah gratis itu tidak hanya untuk sekolah negeri, tapi juga swasta.Program ini sebagai bagian dari program kompensasi kenaikan harga BBM. Dana yang dialokasikan pun dinaikkan dari Rp 5,6 triliun menjadi Rp 6,272 triliun."Alokasi kompensasi kenaikan harga BBM di bidang pendidikan yang semula berbentuk beasiswa bagi siswa miskin, diubah menjadi sekolah gratis dalam bentuk biaya operasional sekolah dalam rangka penuntasan wajib belajar sembilan tahun," kata Wakil Ketua Panja Anggaran DPR RI Hafiz Zawawi di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (6/6/2005).Selain itu, di bidang pendidikan akan ada pula program beasiswa untuk murid SMP/SMK/SMA yang berasal dari keluarga miskin. "Program sekolah gratis dan beasiswa untuk murid tingkat SMU mulai dilaksanakan untuk semester I tahun ajaran 2005/2006," katanya.Dijelaskan Hafiz, kenaikan anggaran sebesar Rp 670,5 miliar di sektor pendidikan ini akan berasal dari pengalihan dana kompensasi raskin sebesar Rp 433,3 miliar, dan realokasi anggaran Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) sebesar Rp 140,471 miliar. Sementara untuk program kompensasi di bidang kesehatan juga disepakati adanya kenaikan anggaran sebesar Rp 96,7 miliar menjadi Rp 2,875 triliun. Sedangkan untuk dana kompensasi di bidang infrastruktur pedesaan alokasi dananya tetap sebesar Rp 3,342 triliun, yang akan mencakup 12.834 desa tertinggal."Jadi dana program kompensasi pengurangan subsidi BBM pada tahun 2005 akan meningkat dari Rp 10,748 triliun menjadi Rp 12,489 triliun," kata Hafiz.Dana PilkadaPanja Anggaran dan pemerintah juga telah menyepakati alokasi dana untuk pelaksanaan Pilkada, yakni disetujui sebesar Rp 834 miliar yang terdiri dari alokasi belanja Pilkada sebesar Rp 744,3 miliar dan dana fasilitas pemerintah sebesar Rp 90,6 miliar.Panja Anggaran juga menyepakati asumsi makro ekonomi, antara lain pertumbuhan ekonomi 6 persen, inflasi 7,5 persen, nilai tukar Rp 9.300 per dolar AS, harga minyak sebesar US$ 45 per barel, produksi minyak 1,125 juta barel per hari, dan tingkat bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebesar 8 persen.
(mar/)











































