Follow detikFinance
Kamis 07 Dec 2017, 14:12 WIB

Soal Sikap Trump ke Yerusalem, Kemenkeu Pantau Dampaknya ke Ekonomi

Hendra Kusuma - detikFinance
Soal Sikap Trump ke Yerusalem, Kemenkeu Pantau Dampaknya ke Ekonomi Foto: Yulida Medistiara/detikFinance
Jakarta - Pemerintah Indonesia terus melakukan pemantauan terkait dampak yang muncul dari pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait dengan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Pemantauan dilakukan lebih kepada dampak ekonomi yang akan terjadi di Indonesia. Pasalnya, investor khawatir hal tersebut memicu ketidakstabilan di Timur Tengah.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah beserta pemangku kepentingan lainnya yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memantau dari berbagai lini.

"Jadi kita lakukan monitoring secara cermat, kita perhatikan faktor-faktor itu dalam pemahaman kita, di dalam bayangan kita, cuma ya kita lihat saja terus, perhatiin terus," kata Suahasil di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (7/12/2017).


Dia menyebutkan, untuk saat ini fundamental perekonomian Indonesia masih sangat kuat, jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang berada di level 5%, tingkat inflasi yang rendah, cadangan devisa yang melimpah.

"Mekanisme koordinasi yang dilakukan sistem keuangan secara keseluruhan, di situ kita punya seluruh elemen yang bekerja melakukan pemantauan, lalu melakukan monitoring secara baik," jelas dia.

Di tempat terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati enggan memberikan komentar terkait Yerusalem yang dipilih menjadi Ibu Kota Israel. Dirinya menyerahkan urusan tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Itu nanti bapak presiden yang akan menyampaikan pandangannya, aku enggak bikin itu dulu, itu penting tapi nanti bapak presiden saja yang nyampein," kata Sri Mulyani. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed