PLN Berpotensi Rugi Rp 5,6 Triliun
Senin, 06 Jun 2005 18:51 WIB
Jakarta - PLN berpotensi mengalami kerugian sebesar Rp 5,6 triliun untuk dana belanja BBM 2005. Potensi kerugian itu akan terjadi jika PLN tidak mendapat subsidi BBM dari pemerintah yang sebesar Rp 2.200 per liter. Pemerintah memang akan memberikan subsidi kepada PLN sebanyak 9,6 juta kilo liter dari total kebutuhan BBM sebanyak 11, 2 juta kilo liter.Dirut PLN Eddie Widiono dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (6/6/2005) mengatakan, jika subsidi itu tidak terpenuhi maka masyarakat diimbau kembali berhemat dalam pemakaian listrik. Eddie menyatakan, tambahan pembangkit listrik pada tahun ini semua bahan bakarnya berasal dari BBM. "Dan untuk pembangkit yang bersumber non BBM belum seluruhnya dapat terselesaikan," kata Eddie.Dalam rapat tersebut, anggota Komisi VII DPR, Bambang Pacul dari Fraksi PDIP mempertanyakan pertumbuhan jaringan sambungan listrik. Menurutnya, sebanyak 46 persen dari total penduduk Indonesia masih belum menikmati listrik.Menanggapi hal itu, Eddie menyatakan, pertumbuhan sambungan listrik pada tahun 2005 ini mencapai 1,3 juta pelanggan baru. "Dan untuk tahun 2006 sebanyak 1,6 juta pelanggan baru," katanya.Ditambahkan Eddie, pada tahun 2015 nanti, PLN akan mentargetkan 93 persen masyarakat Indonesia dapat menikmati listrik. Target itu dapat tercapai karena kondisi keuangan PLN yang semakin baik serta mendorong kinerja yang lebih baik juga.Komisi VII mendukung agar pemerintah untuk memperlancar pembayaran subsidi dalam melaksanakan PSO guna mengatasi kenaikan BBM. Komisi VII juga mendesak PLN meningkatkan pembangunan pembangkit listrik dalam rangka menghadapi krisis listrik.
(mar/)











































