Follow detikFinance
Jumat, 08 Des 2017 10:23 WIB

Benih Mematikan Asal Belanda di Maluku Dimusnahkan

Muslimin Abas - detikFinance
Foto: Muslimin Abas Foto: Muslimin Abas
Ambon - Benih asal Belanda yang dinilai mematikan dan bisa mengancam pertanian dan pertanaman di Maluku, dimusnahkan dengan cara dibakar di Stasiun Karantina Pertanian Klas 1 Ambon, Jumat (8/12/2017).

Sebanyak 30 bungkus benih asal Belanda itu, masuk melalui Bandara Pattimura Ambon. Rinciannya, benih sayuran sebanyak 18 bungkus, benih tanaman buah 5 bungkus, dan benih aneka bunga sebanyak 7 bungkus.

"Jangan lihat ukuran satu bungkusannya, tapi di dalamnya terdapat dua sampai tiga ribu benih yang bila ditanam akan merugikan pertanian dan pertanaman secara global dan mengganggu perekonomian nasional, makanya itu kita musnahkan dengan cara dibakar," ujar Kepala Stasiun Karantina Kelas 1 Ambon, Jumrin.

Benih Mematikan Asal Belanda di Maluku DimusnahkanFoto: Muslimin Abas


Benih ini masuk tanpa dilengkapi sertifikat kesehatan tumbuhan (phytonsanitary certificate) dari negara asalnya, sehingga tidak terjamin kesehatannya. Bahkan benih tersebut bisa menyebarkan bakteri yang meluas dan merusak tanaman lain.

"Benih ini bila di tanam sangat mengganggu tanaman lain dan akan menyebarkan bakteri sangat luas. Penyebaran seperti virus yang mematikan tanaman dan sangat sulit diproteksi, dan bila dikirim ke daerah lain akan makin sulit membasmi penyebaran virus tersebut," tutur Jumrin.

Produk hortikultura ini selain berpotensi menyebar penyakit, pemasukan benih ini melanggar Pasal 5 Undang-Undang (UU) No. 16 Tahun 1992, Tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Pemusnahan dengan cara dibakar ini disaksikan oleh pihak Bea cukai, Kantor Pos, Ditreskrimus Polda Maluku, dan instansi lainya. (wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed