Dirut PLN: Kenaikan Tarif Daftar Listrik Masih Wacana
Selasa, 07 Jun 2005 14:01 WIB
Yogyakarta - Rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 12 persen atau Rp 70 per kwh pada tahun 2006 oleh PT PLN (Persero) masih dalam wacana. Namun PLN saat ini membutuhkan tambahan pemasukan untuk biaya operasional PLN akibat naiknya biaya pembelian BBM.Hal itu dikatakan oleh Direktur Utama (Dirut) PT PLN (persero) Eddie Widiono menjawab pertanyaan wartawan seusai acara penandatanganan MoU dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kantor Pusat UGM Yogyakarta, Selasa (7/6/2005)."Itu masih baru wacana saja. Tapi yang jelas saat ini kami membutuhkan tambahan pemasukan dari pemerintah selain menaikkan TDL," kata Eddie.Eddie mengatakan, pada tahun 2004, PLN berhasil menciutkan kerugiannya menjadi Rp 2 triliun. Kerugian itu lebih kecil dibandingkan kerugian pada tahun 2003 yang sebesar Rp 5 triliun. "Jumlah kerugian memang lebih kecil, tapi dengan naiknya harga BBM maka biaya operasional juga naik dan perlu tambahan biaya," katanya.Ditanyakan mengenai kerusakan di PLTU Suralaya, Jawa Barat, kerusakan itu sudah diperkirakan sebelumnya karena umur pemakaian sudah mencapai 20 tahun.Eddie menjelaskan, biaya produksi PLTU Suralaya paling murah dibandingan pembangkit listrik lainnya sehingga terus menerus digunakan. Oleh karena itu, PLN sengaja mengoperasikan secara maksimal agar dapat menghasilkan listrik dengan biaya produksi rendah."Karena diforsir terus maka boilernya tidak tahan dan bocor, tapi itu risiko yang sudah kita perhitungkan sebelumnya. Itu risiko biasa dan Wapres juga pernah mengisyaratkan supaya kita menekan biaya produksi hingga 4 persen," tegas Eddie Widiono.
(qom/)











































