Pertamina Minta PLN Bayar BBM Sesuai Harga Pasar
Selasa, 07 Jun 2005 14:56 WIB
Jakarta - Pemerintah harus melakukan intervensi dalam masalah harga BBM untuk PLN, karena selama ini pemakaian BBM oleh PLN telah melebihi kuota. Pertamina menginginkan PLN membayar harga BBM sesuai dengan harga pasar.Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai membuka diskusi ilmiah tentang kontribusi litbang migas untuk meningkatkan investasi dan produksi migas nasional di Gedung Lemigas, Jalan Ciledug Raya, Banten, Selasa (7/6/2005)."PLN sekarang beli BBM di Pertamina. Karena kuota melebihi, maka Pertamina minta harga pasar. Karena PLN minta subsidi, maka nantinya akan terjadi pembengkakan subsidi," kata Purnomo.Purnomo juga mengkhawatirkan terpenuhinya pasokan BBM untuk PLN. Jika tidak terpenuhi, menurut Purnomo, akan menyebabkan penurunan pasokan listrik karena pembangkit-pembangkit menggunakan BBM."Kita kena kiri dan kanan. Satu sisi menggunakan harga pasar di PLN terjadi pembengkakan subsidi. Sedangkan di sisi lain, bila menggunakan harga subsidi, yang terkena dampak Pertamina," urai Purnomo. Karena permasalahan tersebut sangat strategis, Purnomo mengaku akan membicarakannya dengan beberapa petinggi negara dalam sidang kabinet. Penjualan LNG ke JepangMengenai penjualan LNG ke Jepang, Purnomo menyampaikan, pada tahun 2010, kontrak LNG sebesar 12 juta ton akan habis. Pada 6 juta ton awal, Jepang sudah memberikan komitmen harga. Namun untuk 6 juta ton kemudian, tergantung negosiasi harga. "Saya katakan, harga fleksibel. Tapi harga tidak bisa ditetapkan sekarang, tergantung nego," tegas Purnomo Yusgiantoro.
(qom/)











































