Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Rosan Roeslani mengatakan bahwa dirinya tidak melihat adanya kemungkinan krisis di tahun 2018. Malah justru kondisi ekonomi dinilai lebih baik.
"Saya lihatnya 2018 mestinya lebih baik ya. Saya nggak melihat ada kemungkinan seperti krisis 1998 dan 2008," kata Rosan di sela-sela Seminar Nasional Outlook Industri di Jakarta, Senin (11/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama, optimisme dunia juga membaik secara keseluruhan. Kedua, pertumbuhan kita yang cukup stabil dan relatif akan meningkat karena harga komoditas naik dan tahun depan akan sama harga komoditasnya karena China pertumbuhan ekonominya akan lebih baik," jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa hal ini tercermin dari kebijakan pembangunan infrastruktur, musim Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), dan kebijakan proyek padat karya cash.
Pasalnya, setiap kebijakan pemerintah tersebut memiliki dampak positif bagi ekonomi Indonesia. Misalnya, pada Pilkada orang di daerah akan lebih banyak melakukan transaksi.
"Kebijakan pembangunan infrastruktur kita yang cukup masif akan mulai dirasakan dampaknya mulai tahun-tahun ke depannya karena gak bisa secara instan. Dari pemerintah kita perekonomian kita akan lebih berjalan lagi di 2018 karena banyaknya Pilkada akan makin positif makin banyak spending di daerah-daerah dan kebijakan dari padat karya cash, akan punya dampak signifikan," ucapnya.
Untuk padat karya cash, kata Rosan, akan ada kurang lebih Rp 60 triliun yang didistribusikan pada daerah. Sehingga mampu mendorong belanja masyarakat pedesaan.
"Karena hampir Rp 60 triliun lebih yang akan distribusikan ke daerah. kalo 30% itu untuk padat karya cash akan mendorong belanja masyarakat pedesaan karena mereka akan menerima dananya sekitar Rp 20 triliun secara tunai dan dampaknya akan dibelanjakan," tutupnya.
Pengaruh Pernyataan Donald Trump
Sementara itu, terkait peengaruh dari pengakuan Presiden AS Donald Trump berharap pengakuan tersebut tidak berdampak pada sektor perdagangan. Justru, ia mengatakan hal tersebut bisa menjadi peluang bagi sektor perdagangan.
"Mudah-mudahan nggak lah ke perdagangan. Justru momentum supaya perdagangan antar negara lebih meningkat," kata Rosan
Lebih lanjut ia mengatakan pada dasarnya, pemerintah dan dunia sudah mengantisipasi setiap kebijakan Trump yang dinilai kontradiktif.
"Sudah mengantisipasi akan banyak kebijakan Trump yang kontradiktif, dari proteksionisme. Orang makin lama makin terbiasa dengan hal-hal aneh. Semoga nggak berdampak ke perdagangan," tuturnya.
(zlf/zlf)











































