Follow detikFinance
Rabu, 13 Des 2017 12:52 WIB

Susi: Presiden Ngomel Banyak Anggaran Habis untuk Rapat

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Dok. Kementerian Kelautan dan Perikanan Foto: Dok. Kementerian Kelautan dan Perikanan
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terus mengingatkan jajarannya untuk bisa menggunakan anggaran dengan baik. Bahkan karena masalah anggaran itu, Susi bercerita Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat marah-marah karena jika ada yang main-main dengan anggaran.

"Kalau kita pikir dengan benar, how much do we spend money (berapa banyak kita menghabiskan uang) yang benar. How much do we spend untuk konsultan, untuk rapat, untuk lain sebagainya. Pak Presiden ngomel-ngomel," katanya di Kantor Pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Dirinya mengatakan terkadang anggaran di KKP kerap dipergunakan untuk hal-hal yang kurang penting. Contohnya dalam kegiatan rapat, dirinya mengatakan anggaran untuk rapat dinilai tak efektif lantaran melibatkan hal-hal yang tak perlu. Karena alokasi anggaran untuk kegiatan inti justru lebih kecil dibanding kegiatan pendukungnya.

"Jadi memang kegiatan intinya 20%, kegiatan pendampingnya 80%. Perencanaan saja harus ada pengawasan, pengawasannya harus ada pengembangan pengawasan, itu untuk satu kegiatan rapat, kita kurangi itu. Bikin keterbukaan, diskusi (secara) terbuka," katanya.

Tak hanya itu, dirinya juga meminta dengan tegas kepada para eselon I di bawah jajarannya agar bisa memangkas anggaran untuk hal-hal dinilai tak perlu.

"Coba Pak Irjen, Pak Sekjen dan seluruh Dirjen, bagaimana kita menghindari konsultan. Setiap bangun Kantor KKP, bikin template satu. Masa konsultannya setiap tahun bikin yang sama. Beli jaring juga setiap tahun pakai konsultan lagi. Sama saja. Kita sudah 20 tahun doing the same thing (melakukan hal yang sama), masa tidak tahu harus meminta nasihat konsultan terus," tegas Susi.

Permasalahan seperti itu, menurut Susi, perlu diubah agar RI tak tertinggal dengan negara-negara lainnya. Karena hal itu merupakan masalah kecil yang seharusnya bisa dihadapi dengan mudah bila ditangani secara serius.

"Kita harus berubah, kalau tidak bangsa kita nanti ketinggalan. Bangsa besar penduduknya nomor lima terbesar di dunia. Panjang pantainya nomor dua di dunia. Sumber daya alamnya luar biasa. Tapi kita tidak serius, kita tidak terlalu care (peduli) untuk future (masa depan) kita. Ayo kita plan (bikin rencana), ayo kita change (berubah), ayo kita do something and serious (serius dalam melakukan sesuatu). Start (mulai) dari kita masing. Kalau bisa kita bisa hebat sekali," pungkasnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed