Follow detikFinance
Rabu, 13 Des 2017 14:13 WIB

Banyak Orang RI Masih Belum Peduli Pajak

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Hasan Alhabshy Foto: Hasan Alhabshy
Bogor - Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Yon Arsal mengatakan, masyarakat Indonesia masih banyak yang belum peduli terhadap dengan pajak, sekalipun itu adalah kewajiban.

Yon bilang, masyarakat Indonesia tidak seluruhnya menjadi wajib pajak (WP) sekalipun memiliki penghasilan. Pasalnya, jika penghasilannya di bawah Rp 4 juta per bulan, maka termasuk ke dalam golongan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

"Kalau diamati analisis Google, untuk menciptakan voluntary compliance faktor yang dominan seberapa aware masyarakat terhadap pajak," kata Yon di Jeep Station Indonesia, Bogor, Rabu (13/12/2017).


Dari analisis google, menunjukan masyarakat Indonesia akan peduli pada pajak hanya terjadi pada bulan April, yakni saat adanya program pelaporan SPT Tahunan.

"Kalau diperhatikan sampai 2015-2016 paling tinggi orang cari pajak di Google di April ya menurut saya paling soal tata cara isi SPT," jelas dia.

"Paling bawah atau rendah itu persis di musim-musim lebaran," sambung dia.


Belakangan ini, kata Yon, pelaksanaan program pengampunan pajak atau tax amnesty juga menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian masyarakat kepada pajak.

"Artinya posisi saat itu sudah mulai diperhatikan, orang-orang berarti sudah mulai peduli. Berarti sudah terjadi awareness yang cukup tinggi," ujarnya. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed