Follow detikFinance
Kamis 14 Dec 2017, 13:04 WIB

Agar Bisa Terus Untung, BUMN Harus Terus Berinovasi

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Agar Bisa Terus Untung, BUMN Harus Terus Berinovasi Foto: Ardhan Adi Candra/detikFinance
Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diminta terus memberikan kontribusi keuntungan bagi negara. Agar bisa terus bertahan di tren zaman yang terus berubah, BUMN perlu melakukan inovasi agar bisa terus bertahan

Akademisi dan praktisi bisnis Universitas Indonesia, Rhenald Kasali menyebutkan jika BUMN tidak bisa mengikuti perkembangan zaman atau terlalu nyaman dengan bisnisnya, bisa-bisa tak lagi mendapatkan keuntungan. Hal ini juga yang digalakkan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno agar BUMN bisa terus mendapatkan keuntungan dan berkontribusi ke penerimaan negara. Misalnya, bagaimana BUMN karya menjual jalan tol yang telah selesai dibangun.

"Kalau mereka terpaku, kebanyakan BUMN begitu mereka dapat uang banyak, bagus, nyaman. SDM nya terlalu tua dan sekarang sama Bu Rini itu dibongkar tidak boleh lazy company," ujar Rhenald dalam acara BUMN Branding and Marketing Award 2017 di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (14/12/2017).

Rhenald mencontohkan beberapa BUMN yang menjadi unggulan terus berubah setiap tahunnya. Rhenald mengungkapkan bagaimana PT Djakarta Lloyd (Persero) di masanya menjadi BUMN yang besar karena kebanjiran bongkar muat kapal.

Belakangan ini, BUMN jasa angkutan kapal tersebut sempat goyang dan kemudian berangsur pulih karena sinergi dengan BUMN lain.

"BUMN dari masa ke masa jagoannya berubah terus. Angkutan laut berjaya angkutan kontainer Djakarta Lloyd. Kantornya di luar negeri jauh lebih hebat dari KBRI dan angkit lagi sekarang," kata Rhenald.

Selanjutnya, kejayaan BUMN berpindah ke sektor perkebunan dan kehutanan yang didukung karena melonjaknya harga komoditas beberapa tahun lalu. Pertamina hingga Telkom juga sempat merajai bisnis dibandingkan BUMN lainnya.

Dikatakan Rhenald, BUMN yang cukup baik pertumbuhan bisnisnya adalah operator bandar udara. Pertumbuhan penumpang udara terbilang cukup pesat belakangan ini.

Selain itu, BUMN jasa keuangan seperti bank juga masih menjadi jagoan di tahun ini. Namun, ada hal yang perlu diwaspadai perbankan dengan perkembangan fintech belakangan ini.

"Airport growth 15-20%, penumpang terbang ke mana-mana. Kemudian perbankan masih bagus. Perumahan rakyat bagus, Perumnas karena backlog lagi didorong," tutup Rhenald. (ara/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed