Follow detikFinance
Kamis, 14 Des 2017 20:45 WIB

Jokowi Ingin Pindahkan Ibu Kota, Ekonom: untuk Pemerataan

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Dok. Adhi Karya. Foto: Dok. Adhi Karya.
Jakarta - Pemerintah berencana memindahkan ibu kota ke luar Jawa. Rencananya,Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) pada akhir Desember ini akan melaporkan nama calon ibu kota pengganti Jakarta ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Destry Damayanti mengatakan, pemindahan ibu kota bagus untuk pemerataan dan penyebaran pembangunan di tanah air.

"Sebenarnya itu bagus untuk pemerataan, supaya enggak numpuk di satu tempat. Di negara lain juga melakukan, di AS (Amerika Serikat) pemerintahannya di washington pusat kotanya di New York, di China juga sama," kata Destry di Mandiri Club, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Yang jelas, kata Destry, pemindahan ibu kota dari Jakarta ke luar Jawa bukan pekerjaan yang mudah karena membutuhkan dana yang besar.

"Pasti dan itu butuh biaya, karena infrastrukturnya," tambah dia.

Meski belum diputuskan, menurut Destry, pemindahan ibu kota sudah seharusnya dilakukan. Apalagi melihat DKI Jakarta yang ruang gerak pengembangannya sudah sangat terbatas.

"Kalau enggak dimulai sekarang, semua butuh keberanian, karena dari sisi ekonominya ya untuk penyebaran dan pemerataan pembangunan juga," tuturnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed