Menko Perekonomian:
Inflasi 2005 Bisa di Bawah 7 %
Rabu, 08 Jun 2005 15:24 WIB
Jakarta - Kenaikan harga BBM sempat menimbulkan kecemasan angka inflasi bakal melonjak. Namun Menko Perekonomian Aburizal Bakrie menepis hal itu. Ia justru meyakini inflasi pada tahun 2005 ini bisa di bawah angka 7 persen.Aburizal menyampaikan hal itu dalam kata sambutannya saat Munas khusus Kadin di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (8/6/2005)."Kenaikan BBM yang sempat ditakuti terjadi inflasi luar biasa, ternyata pada year on year tahun 2005 trennya menurun menjadi 7,4 persen," kata Aburizal yang biasa disapa Ical ini.Yang menarik, kata Aburizal, DPR menetapkan target inflasi 2005 sebesar 7,5 persen. "Tapi saya yakin inflasi bisa di bawah 7,5 persen bahkan di bawah 7 persen meski ada masalah keamanan seperti di Poso. Namun juga perselisihan perburuhan menurun. Ini berita menggembirakan bagi kita," papar Ical yakin.Ical meyakini perekonomian Indonesia akan tumbuh sebesar 5,5 persen, bahkan bisa melebihi 6 persen. Tentang lonjakan harga minyak, Ical mengatakan bahwa meski mencapai US$ 60 per barel, Indonesia tetap aman. "Tapi kalau lebih, perlu penyesuaian baru," tegasnya.Perbankan Mulai PulihIcal juga menyampaikan, kondisi perbankan kini mulai pulih setelah efek kasus kredit Bank Mandiri mulai pudar. "Memang ada pengaruh dari perseoalan Bank Mandiri. Seharusnya pengaruh itu tidak terjadi karena tindakan antikorupsi akan berjalan terus," kata Ical. Pemerintah, lanjut Ical, tetap mengharapkan perbankan menjalankan fungsi intermediasinya. Ical mengaku sudah mendapatkan komitmen dari perbankan untuk tetap mengucurkan kredit sesuai porsinya. Misalnya untuk BRI tetap komitmen mengucurkan kredit untuk UMKM. Sementara Bank Mandiri, menurut Ical, menegaskan komitmennya untuk mengurangi porsi kredit korporasi dan menambah porsi kredit UMKM. "Ini berdasarkan pertemuan saya dengan Pak Agus Martowardojo (dirut Bank Mandiri)," tegas Aburizal Bakrie.
(qom/)











































