Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 18 Des 2017 10:57 WIB

Perusahaan AS Ingin Bikin Pesawat Supersonic Saingan Concorde

Zulfi Suhendra - detikFinance
Foto: CNBC Foto: CNBC
New York - Produsen alat pertahanan Amerika Serikat (AS), Lockheed Martin, berencana membuat pesawat supersonic. Pesawat ini akan melesat lebih cepat dari kecepatan suara.

Lockheed Martin mencapai kesepakatan dengan produsen pesawat supersonic Aerion Corporation untuk mengetahui bagaimana membuat pesawat jet kelas bisnis yang bisa melaju dengan kecepatan lebih cepat dari suara. Dikutip dari pernyataan tertulis Lockheed yang dilansir CNBC, Senin (18/12/2017).

Kesepakatan itu jadi hal yang besar bagi Aerion. Sebelumnya Aerion bekerja sama dengan Airbus untuk mendesain pesawat jet kelas bisnis mereka, AS2, dan juga GE di awal tahun ini dalam pengembangan mesin pesawat.

Lockheed juga telah bekerja sama dengan NASA untuk mengembangkan jet supersonic yang lebih senyap.

"Saat bicara soal supersonic, kemampuan Lockheed Martin sudah tak diragukan lagi, bahkan jadi legenda," ujar Robert Bass, Chairman Aerion.

"Kita berbagi dengan komitmen jangka panjang Lockheed Martin untuk mengembangkan pesawat sipil supersonic yang efisien," tambahnya.

Penerbangan perdana dijadwalkan pada 2023. Maskapai penerbangan pesawat jet kelas bisnis Flexjet sudah memesan 20 unit pesawat AS2 di 2015.

Pesawat AS2 milik Aerion adalah pesawat 12 penumpang yang bisa terbang dengan kecepatan di air 1,4 mach. Itu bisa mengangkut penumpang dari New York ke London dengan waktu hanya 4 jam. Memangkas perjalanan sekitar 3 jam.

Penerbangan komersial pesawat supersonic berakhir di 2003 lalu saat pesawat Concorde harus diistirahatkan menyusul kecelakaan fatal yang berimbas pada merosotnya minat penumpang naik pesawat itu.

Aerion bukan satu-satunya yang berminat untuk menghidupkan kembali pesawat penumpang supersonic. Awal bulan ini, maskapai Jepang juga berkomitmen senilai US$ 10 juta pada Boom Supersonic untuk membeli 20 pesawat baru mereka. Juga Virgin Airlines, Richard Branson sang pendiri menyatakan tahun lalu dia mempertimbangkan untuk membeli 10 pesawat Boom Supersonic.

Pendiri Boom, Blake School mengatakan bahwa perusahaannya mengembangkan pesawat yang bisa melesat di kecepatan 2,2 mach, lebih dari 1.450 mil per jam, waktu yang bisa memangkas perjalanan dari San Fransisco ke London hanya dalam waktu 5,5 jam. (zlf/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com