Teijin Tawarkan Renewing Manufaktur Pabrik Tekstil Indonesia
Kamis, 09 Jun 2005 00:25 WIB
Jakarta -
Teijin Indonesia Fiber Corporation Tbk, perusahaan tekstil Jepang, menawarkan kerjasama renewing manufaktur pabrik tekstil di Indonesia senilai US$ 1,1 juta.Kondisi pabrik tekstil di Indonesia yang sebagian besar berlokasi di Jawa Barat ini masih menggunakan mesin-mesin kuno.Demikian dikatakan Ketua Kadin Muhamad Sulaiman Hidayat usai Munassus Kadin di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (8/6/2005)."Teijin melakukannya karena melihat tidak ada tekad dari bank di sini untuk membantu, karena menganggap pabrik tekstil merupakan sunset industries," kata Hidayat.Kerjasama ini, lanjut dia, akan didukung dengan pinjaman dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC), di mana antara Teijin dan JBIC telah membuat kesepakatan."Sekarang tinggal meyakinkan pemerintah bahwa tekstil masih primadona ekspor dan belum jadi sunset industries. Industri tekstil hanya perlu bantuan pemerintah dalam peremajaan mesin dan bantuan penetrasi market internasional," jelas Hidayat.Dengan peremajaan, sambung dia, industri tekstil akan bangkit dan menggalakkan ekspor kembali, sehingga tidak ada pabrik tekstil yang hengkang ke luar negeri.Mengenai niat investor Cina untuk berkomitmen investasi di industri kelapa sawit sebesar US$ 8,6 miliar, Hidayat membenarkannya.Menurutnya, kelapa sawit merupakan produk agrikultur yang potensial. Rencananya kelapa sawit akan ditanam di lahan seluas dua juta hektar, yang berlokasi di luar Jawa, antara lain Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi."Investasi akan dibagikan kepada 50 pengusaha yang akan dilakukan tahun ini," kata Hidayat.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































