Padahal, memasuki puncak musim penghujan, dengan kondisi alam yang dianggap kurang bersahabat untuk beberapa wilayah, kondisi ini menjadikan keberadaan pangan pokok menjadi krusial di akhir tahun. Ditambah lagi pada periode 3 bulan pada interval Juli hingga September dianggap sebagai periode yang kurang tepat untuk menanam padi.
Hal ini menjadikan akhir tahun diproyeksikan sebagai periode paceklik bagi pangan Indonesia terutama beras. Faktanya, kondisi justru berbalik 180 derajat saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Momon mengaku sangat senang ketika hadir di lokasi tersebut.
"Hari ini saya senang. Kenapa? karena yang pertama ketua gapoktannya ini anak muda. Usianya baru 26 tahun. Di sini Gapoktan Cipanas, anggotanya 56 orang. 20 Orang anggotanya anak-anak muda. Jadi di sini proses regenerasi jalan," terang Momon dalam keterangan tertulis, Selasa (19/12/2017). Momon mengatakan itu dengan wajah berseri-seri pada Senin (18/12/2017).
Momon jauh lebih senang lagi. Karena ada hamparan padi yang siap dipanen dalam 5 hari ke depan sebanyak 80 hektare (ha) dari 256 ha (siap panen). Artinya produksi padi di Kabupaten Pandeglang ini mencukupi.
Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu kabupaten yang termasuk lumbung padi untuk wilayah Banten. Kabupaten itu mampu menyumbangkan 30 persen dari total produksi Provinsi Banten. Untuk Desember, Pandeglang diproyeksikan akan panen berkisar 7.000 hektare.
Dengan produktivitas rata-rata 6 ton gabah kering panen per hektare, atau jika dikonversikan ke dalam beras berkisar 21.000 ribu ton (dengan penyusutan 50 persen). Dengan jumlah penduduk 1,2 juta jiwa, kebutuhan beras Pendeglang sendiri berada di kisaran 10.500 ton per bulan. Dengan demikian terlihat dengan jelas kondisi beras di Pandeglang sendiri sangat lebih dari cukup.
Foto: Panen raya di Pandeglang (Dok. Kementan) |
Lebih jauh dijelaskan oleh Momon, di tingkat Provinsi yakni Banten, kondisi lahan sawah siap panen di Desember ini terhitung 22 ribu hektare. Angka tersebut jika dikonverisikan ke beras menjadi hampir 70 ribu ton beras. Angka tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan yang ada.
Sebelumnya, Kementan sacara tidak langsung telah menetapkan standar aman luas taman secara nasional. Dengan jumlah kebutuhan beras nasional di kisaran 2,6 juta ton, Kementan menargetkan luas tanam di atas 1 juta hektare per bulan.
Dengan luas tanam di angka tersebut, diperkirakan saat panen mampu menghasilkan setara 3 juta ton beras. Hal tersebut terus dijaga konsistensinaya setiap saat dengan berbagai upaya yang tentunya dukungan langsung dari Kementan. Upaya peningkatan luas tambah tanam, peningkatan IP (indeks pertanaman), bantuan benih unggul, bantuan alat mesin pertanian, hingga asuransi pertanian. (nwy/ang)












































Foto: Panen raya di Pandeglang (Dok. Kementan)