Ada Operasi Pasar di DKI, Daging Sapi Dijual Rp 80.000/Kg

Ada Operasi Pasar di DKI, Daging Sapi Dijual Rp 80.000/Kg

Mei Amelia R - detikFinance
Selasa, 19 Des 2017 17:16 WIB
Ada Operasi Pasar di DKI, Daging Sapi Dijual Rp 80.000/Kg
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Polda Metro Jaya bersama Bulog Divre Jakarta-Banten menggelar operasi pasar menjelang Natal dan Tahun Baru. Operasi pasar ini menyediakan daging dengan harga lebih murah dari harga pasaran.

"Operasi pasar ini dilakukan dalam rangka stabilisasi harga bahan makanan pokok seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru," ujar Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan Jayamatra dalam keterangannya kepada detikcom, Selasa (19/12/2017).

Operasi pasar ini dilaksanakan di 13 Polres jajaran Polda Metro Jaya dengan sasaran pasar tradisional dan pemukiman penduduk. Dengan adanya operasi pasar ini diharapkan dapat mencegah spekulan yang memainkan harga menjelang natal dan tahun baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Bahan makanan pokok yang dijual di operasi pasar ini tentunya lebih terjangkau," sambung Adi.

Polda Metro Jaya dan Bulog Divisi Regulasi Jakarta-Banten menyiapkan 900 ton daging sapi dan kerbau untuk dijual ke masyarakat. Harga daging sapi dijual Rp 80 ribu per kilogram, sedangkan daging kerbau Rp 75 ribu per kilogram.

Operasi pasar ini berakhir tanggal 21 Desember 2017. Operasi pasar Rabu (20/12) besok digelar di Kelurahan Cipete Utara, Stasiun kebayoran Lama dan Rusun Marunda, Jakarta Utara.


Sementara operasi pasar Kamis (21/12) digelar di Rusunawa Pulogebang, Jakarta Timur, Rusunawa Rawa Bebek Jakarta Timur, Rusunawa Sindang, Koja Jakarta Utara, depan Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Kelurahan Cilandak, Jakarta Selatan dan Limo, Depok.

Sementara itu, Kasubdit Industri dan Perdagangan (Indag) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Iman Setiawan mengatakan, pihaknya juga akan melaksanakan sidak di pasar tradisional dan modern untuk mengecek kebutuhan pokok.

"Kami juga akan ke lapangan untuk mengecek distribusi pangan jangan sampai terganggu," ujar Iman.

(mei/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads