Ratusan Pengusaha dan Dirjen Pajak Kumpul Bareng Bahas Kebijakan 2018

Ratusan Pengusaha dan Dirjen Pajak Kumpul Bareng Bahas Kebijakan 2018

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Rabu, 20 Des 2017 15:50 WIB
Ratusan Pengusaha dan Dirjen Pajak Kumpul Bareng Bahas Kebijakan 2018
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) hadir dalam dialog perpajakan yang bertemakan 'Arah Kebijakan Pajak Tahun 2018'. Dirjen Pajak Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan turut hadir dalam acara tersebut dan menjadi pembicara kunci.

Ketua Umum Kadin, Rosan P. Roeslani dan Ketua Umum Hipmi, Bahlil Lahadalia hadir dalam diskusi yang juga didatangi oleh Anggota Komisi XI DPR RI, M. Misbakhun. Diskusi perpajakan tersebut dimoderatori langsung oleh Maruarar Sirait, Anggota Komisi XI DPR RI.

Acara yang sejatinya dimulai jam 13.00 WIB ini baru bisa dimulai pada jam 14.50 WIB setelah Dirjen Pajak Robert Pakpahan memasuki ruangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Penyelenggara Acara mengatakan, setidaknya ada 300 pengusaha yang tergabung dalam Kadin dan Hipmi yang hadir pada acara kali ini. Para pengusaha ingin penerimaan pajak bisa menjadi sebuah perangkat fiskal yang bisa menjadi dorongan bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

"Semoga target pajak bisa tercapai tapi para wajib pajak bisa berusaha dengan nyaman," kata Ketua Hipmi Bahlil Lahadalia dalam sambutannya di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Dalam agenda kali ini, Bahlil mengungkapkan keinginannya agar Dirjen Pajak yang baru, Robert Pakpahan bisa ikut berdiskusi dalam dialog setelah menyampaikan paparan.

"Karena dulu Pak Ken kita bisa kenal dengan gaya gaulnya. Kalau Pak Dirjen yang baru kayaknya lebih landai ini, tapi tajam juga," ungkapnya.

Para pengusaha sendiri ingin mendapatkan informasi mengenai arah kebijakan pajak tahun depan, mengingat target penerimaan pajak tahun depan yang cukup prestisius pasti akan didominasi dari sumbangsih oleh para pengusaha.

"Ada sesuatu kekhawatiran, dari target pajak Rp 1.600 triliun ini target yang sangat optimis tapi juga sangat ekspansif. Karena pertumbuhan ekonomi 2018 tidak jauh beda dengan 2017. Namun realisasi pajak sekarang belum sampai ke angka Rp 1.200 triliun," pungkasnya. (eds/mkj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads