Follow detikFinance
Kamis, 21 Des 2017 08:49 WIB

Reformasi Pajak AS Disetujui

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Foto: BBC Travel Foto: BBC Travel
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, akan mereformasi pajak AS setelah usulannya disetujui oleh kongres. Langkah ini dapat kritik dari Partai Demokrat.

"Kami akan membuat Amerika jadi hebat lagi," kata Trump seperti dikutip BBC, Kamis (21/12/2017).

Trump akan menandatangani undang-undang ini dalam waktu dekat. Ini merupan perubahan aturan pajak yang paling besar dalam sejarah AS.

Aturan pajak baru ini akan memangkas kewajiban pajak untuk perusahaan dan orang-orang kaya, ada juga beberapa pajak kaum kelas menengah yang dipangkas.

Usulan reformasi yang disampaikan Partai Republik ini dikritik keras oleh Partai Demokrat. Sebab, seolah-olah pemerintah AS mengalah kepada para pebisnis dan orang-orang kaya.

"ini akan menjadi hari yang besar ketika masyarakat melihatnya di masa mendatang. Ini merupakan pemangkasan pajak terbesar dalam sejarah negara kita," kata Trump saat berbicara di hadapan para petinggi Partai Republik.

"Saya sudah berjanji kepada rakyat Amerika untuk memberi kado natal berupa pemotongan pajak yang besar. Atas kesepakatan dari legislatif, ini bisa menjadi nyata," tambah Trump.

Usulan Trump ini disepakati kongres setelah melewati voting. Sebanyak 224 suara setuju, sementara 201 suara menolak. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed