Begini Cara Kementan Pangkas Rantai Distribusi Bahan Pangan

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Jumat, 22 Des 2017 18:34 WIB
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurka Toko Tani Indonesia (TTI) online. Peluncuran ini diharapkan dapat mempercepat penyaluran barang produk pertanian dari gabungan kelompok tani (Gapoktan) ke TTI

"Jadi TTI bisa langsung pesan lewat aplikasi ini sesuai kebutuhannya. Lalu permintaan pesanan masuk ke HP Gapoktan dan bisa diterima. Biasanya kan mesti lewat TTI Center dulu. Memutus rantai lah lebih cepat," kata Manager TTI Center, Inti Pertiei Nashwari di Jakarta, Jumat (22/12/2017).

Sebagai informasi, hingga saat ini sudah ada sebanyak 898 Gapoktan dan 2.433 TTI yang tersebar di 32 Provinsi.


Distribusi tersebut nantinya akan langsung dikirimkan ke alamat TTI yang memesan tanpa ada biaya tambahan. Pasalnya, Gapoktan telah mendapat bantuan modal untuk distribusi.

"Ini langsung di kirim me alamat langsung. Nggak ada biaya antar karena Gapoktannya sudah diberi bantuan modal Rp 60 juta/tahun," sambungnya.


Sementara itu, peluncuran E-commerce ini Kementan juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait kerjasama dengan Bank BRI untuk mengembangkan cashless payment. Selain itu, BRI juga memberikan bantuan pinjaman modal untuk para petani, Gapoktan dan pelaku TTI.

Paling tidak sampai saat ini,sudah ada sekPaling tidak sampai saat ini, kata Agung, sudah ada sekitar 2.500 TTI di seluruh tanah air. Produk yang dijual di tiap TTI salah satunya adalah beras berlabel TTI. Beras ini berasal dari Gapoktan di tiap daerah. (hns/hns)