Jawaban Railink soal Ribetnya Beli Tiket Bandara Harus Pakai Email

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 26 Des 2017 20:25 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Calon penumpang kereta bandara Soekarno-Hatta diwajibkan mencantumkan nama, nomor handphone dan alamat email untuk memesan tiket.

Pantauan detikFinance di Stasiun Sudirman Baru (BNI City), Jakarta, Selasa (26/12/2017), tidak sedikit calon penumpang yang kebingungan lantaran tidak punya alamat email.



Petugas yang berjaga di vending machine pembelian tiket, Sri Wahyuni memaparkan bahwa ketiga identitas tersebut harus diisi oleh mereka yang hendak membeli tiket. Namun sayangnya, diakui dia masih banyak calon penumpang yang tidak punya alamat email.

"Banyak yang ngeluh nggak punya email, yang lansia. Mau nggak mau kita harus bantu," ujarnya saat berbincang.

Dia memastikan bahwa alamat email merupakan hal penting yang wajib diisi. Sebab jika tiket hilang bisa dicetak ulang dengan menunjukkan bukti pembelian tiket yang secara otomatis dikirimkan ke alamat email yang dicantumkan saat pembelian.

Kata dia, petugas bersedia untuk membantu mereka yang belum memiliki email. Mereka juga bisa meminjam email keluarganya, misalnya email sang anak. Adapun cara terakhir jika sudah benar-benar kepepet, mau tidak mau petugas yang berjaga meminjamkan alamat emailnya.

"Pake email petugas kalau udah bener-bener mentok, kalau udah kepepet. Tapi dianjurkan yang mau beli tiket sudah punya email," tambahnya.

Salah satu penumpang kereta bandara bernama Loso mengungkapkan kekecewaannya. Dia naik kereta bandara dari Stasiun Sudirman Baru (BNI City) dengan tujuan Bandara Soekarno Hatta sore tadi. Tapi dia mengaku heran mengapa harus memasukkan data pribadi serinci itu.

"Mengapa beli tiket kereta ini harus mengetikkan nama, nomor HO, dan alamat email ya. jadinya antri pembelian menjadi panjang karena proses pembelian tiket relatif lama," ujar Loso yang ia curahkan dalam media sosial pribadinya dikutip detikfinance, Selasa (26/12/2017).

"Bayangkan kalau pas jam-jam sibuk. Betapa merepotkannya," imbuh dia.

Sementara Direktur Utama PT Railink, Heru Kuswanto, menjelaskan bahwa pemesanan tiket di vending machine menggunakan alamat email semata untuk kepentingan pengguna layanan kereta bandara.

"Email itu sebenarnya untuk konfirmasi sama untuk mengirimkan QR Code kalau belinya pakai e-book (booking tiket secara online)," kata dia kepada wartawan di Jakarta.

"Kami lebih baik itu diisi selain untuk kirim QR Code juga untuk kalau ada apa-apa. Tapi kalau vending machine kebutuhannya tidak signifikan karena tiketnya langsung keluar kan. Kalau e-book kan pake QR Code jadi enggak perlu print cukup pake handphone aja," tambahnya. (zlf/zlf)