Penguatan yang terjadi pada IHSG salah satunya masih dikarenakan oleh kenaikan peringkat hutang jangka panjang Indonesia dari lembaga pemeringkat Moody's pada hari sebelumnya, dimana kenaikan peringkat tersebut akan mampu menurunkan cost of fund. Hal ini tentunya menjadi katalis positif bagi perekonomian di tahun 2018.
Selain itu, optimisme pelaku pasar akan pemulihan konsumsi masyarakat jelang perayaan Natal dan tahun baru turut menjadi salah satu sentimen positif bagi pergerakan indeks pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks Nasdaq tertekan oleh saham-saham teknologi, dimana saham Apple memimpin penurunan sebesar 2.54% dikarenakan laporan penjualan iPhone X yang lebih rendah dari perkiraan. Adapun Apple juga merevisi target penjualan nya menjadi 30 juta unit dari sebelumnya 50 juta unit.
Rendahnya permintaan iPhone tersebut ternyata juga mempengaruhi saham-saham pemasok Apple diantaranya Broadcom Ltd, Skyworks Solution
Inc, Finisar Corp, dan Lumentum Holding Inc. Sementara itu, dari pasar komoditas harga minyak mentah dunia naik 2.77% ke level US$ 59.79 perbarel.
Penguatan ini terjadi seiring kerusakan pada pipa minyak mentah di Libya yang disebabkan adanya ledakan yang cukup keras sehingga menghambat aliran minyak.
IHSG kembali mencetak rekor tertingginya di atas level 6,200. Indikator Stochastic dan RSI bergerak di area overbought dengan volume meningkat signifikan. Kami perkirakan pergerakan IHSG hari ini cenderung melemah di kisaran 6,190-6,235 seiring aksi profit taking dari pelaku pasar. (dna/dna)











































