Warga pun antusias menjajal moda transportasi baru ini. Harga tiket hingga 1 Januari nanti pun masih promo yaitu Rp 30.000. Kemudian saat diresmikan tanggal 2 Januari 2018 nanti, harga tiket akan naik menjadi Rp 70.000 atau berlaku harga normal.
Rencananya, Presiden Joko Widodo akan meresmikan pengoperasian kereta bandara pada 2 Januari nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Lantas apa saja kekurangan dan kelebihan masing-masing moda transportasi itu?
Bus
|
Foto: Avitia Nurmatari
|
"Kalau bus dia lebih murah tarifnya. Kalau bus Rp 40 ribu sampe Rp 50 ribu. Kalau bus tersedia banyak rute," kata Pengamat Transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno saat dihubungi, Rabu (27/12/2017).
Namun kekurangan dari bus sendiri adalah ketepatan waktu sampai di bandara. Laju bus sangat ditentukan oleh kepadatan lalu lintas. Jika kondisi jalan padat maka perjalanan akan terhambat.
"Kalau pagi saya naik bus dari Gambir 45 menit sudah bisa sampai bandara. Jam 3-4 itu saya masih bisa 45 menit sampai bandara. Kalau sudah siang namanya jalan bukan milik bus saja, bisa 1 jam bahkan bisa lebih kalau dia dalam kondisi macet tertentu di akhir pekan atau libur," jelasnya.
Bahkan berdasarkan pengalamannya, dari Stasiun Gambir ke Bandara Soekarno Hatta pernah memakan waktu hingga 2 jam meski masih pagi dan biasanya lalu lintas lebih lancar. Hal itu wajar mengingat bus bandara tidak memiliki jalur khusus.
Namun, dari sisi fasilitas, menurut dia bus sudah jauh lebih baik saat ini.
"(Fasilitas) bus sekarang udah meningkat, sudah ada kebutuhan, orang pakai colokkan charger sudah punya, sudah seperti itu. Busnya pun kalau yang bandara yang dari Gambir lebih baik karena mungkin lebih banyak penggunanya," lanjutnya.
Taksi
|
Foto: Ari Saputra
|
"Taksi tergantung. Kalau yang resmi itu tarifnya kalau lewat tol, (penumpang) bayar tol. Kalau bus nggak perlu bayar tol. Taksi dengan tol sekitar Rp 150.000-Rp200.000 habisnya," sebut Djoko.
Kecepatan waktu bus dan taksi tidak jauh berbeda karena jalur yang dilalui sama. Bedanya, jika menggunakan taksi bisa menyesuaikan rute ketika ada kemacetan di salah satu titik.
Keunggulan lain, taksi sifatnya lebih pribadi. Namun, jika hanya sendiri, tarif taksi cukup membebani.
Taksi Online
|
Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance
|
Bila dibandingkan dengan kereta dan bus Damri, jelas taksi online lebih mahal. Namun secara biaya akan lebih hemat jika naik beramai-ramai bila dibandingkan dengan naik Damri dan kereta bandara yang dihitung per penumpang.
Namun, sama dengan angkutan darat lain yang tak memiliki jalur khusus, taksi online pun tak bisa memastikan ketepatan waktu. Tergantung dari kondisi lalu lintasnya.
Mobil Pribadi
|
Foto: Kartika Sari Tarigan/detikcom
|
"Kendaraan pribadi jelas lebih mahal. Harus berhentinya pun dia tidak di tempat umum sekarang ini kalau di bandara. Kita harus antre kalau pagi-pagi itu. Kalau pagi-pagi itu yang boleh di lajur 1 itu di terminal 1, 2, itu adalah bus Damri sama taksi umum," paparnya.
Ditambah, jika tidak ada sopir yang mengantar ke bandara, mau tidak mau mobil diinapkan di bandara. Kata Djoko biasanya tarif parkir di bandara lebih mahal daripada umumnya.
"Tarif parkir bandara dia lebih mahal. Tapi saya enggak pernah taruh mobil di bandara. Tapi saya yakin lebih mahal," ujarnya.
Namun jika tujuannya untuk memastikan mobil aman ketimbang ditinggal di rumah sementara tidak ada orang yang tinggal, mungkin bisa ambil opsi menginapkannya di bandara.
Kereta Bandara
|
Foto: Ari Saputra
|
"Kalau waktu jelas kereta di mana pun dia menangnya tepat waktu kalaupun meleset sedikit-sedikit," jelasnya.
Namun yang perlu dipastikan adalah kereta tidak anjlok saat melaju. Menurutnya, saat ini yang biasa menjadi masalah kereta di Jabodetabek khususnya, ialah karena anjlok.
"Kalau anjlok untuk kereta lainnya juga terdampak kan jalurnya ada singgungan dengan KRL (Jabodetabek)," ujar Djoko.
Untuk tarif normal yang berlaku mulai 2 Januari sebesar Rp 70 ribu menurutnya masih dalam batas normal. Sesuai dengan layanan dan ketepatan waktu yang didapat. Kata dia, di negara lain pun tarif kereta bandara berada di kisaran itu dan cenderung lebih mahal ketimbang bus.
Halaman 2 dari 6











































