Follow detikFinance
Rabu 27 Dec 2017, 13:39 WIB

Penumpang Pesawat Libur Natal Meningkat 7,2%

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Penumpang Pesawat Libur Natal Meningkat 7,2% Foto: Ardian Fanani
Jakarta - Arus penumpang udara angkutan Natal 2017 pada pada H-7 (18 Desember) hingga H1 (25 Desember) tercatat mengalami kenaikan dibanding pada periode yang sama tahun 2016 lalu.

Dari laporan Pos Koordinasi Natal dan Tahun Baru (Nataru 2017/ 2018) Ditjen Perhubungan Udara pada hari Senin, 25 Desember 2017 pukul 20:00:00 hingga hari Selasa, 26 Desember 2017 pukul 08:00:00 atau H1, dari 35 bandara domestik yang dipantau dilaporkan jumlah keberangkatan.

Penumpangnya mencapai 264.217 penumpang. Jumlah ini meningkat 9,03% dibandingkan H1 tahun lalu di mana jumlahnya 242.343 penumpang. Pada H1 tahun 2017 ini, jumlah penerbangan yang melayani keberangkatan penumpang tersebut mencapai 2.087 penerbangan, naik 10,36% dibanding tahun lalu yang jumlah 1.891 penerbangan.

Peningkatan penumpang tertinggi terjadi di Bandara Djalaluddin Gorontalo (54,89 %) dan peningkatan penumpang terendah terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (0,64 %). Sedangkan penurunan penumpang tertinggi terjadi di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang (-39,62 %) dan penurunan penumpang terendah terjadi di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya (-0,19 %).

Sementara itu, secara kumulatif dari H-7 sampai dengan H1 (18-25 Desember 2017) jumlah penumpang yang berangkat meningkat 7,18% dibanding tahun lalu, yaitu menjadi 2.379.307 penumpang dibanding 2.219.866 penumpang tahun lalu. Jumlah penerbangan tahun ini mencapai 17.494 penerbangan atau naik 9,13% dibanding tahun lalu yang jumlahnya 16.030 penerbangan.

Ke-35 bandara domestik yang dipantau tersebut adalah Bandara Soekarno-Hatta-Jakarta (CGK), Kualanamu Internasional-Medan, I Gusti Ngurah Rai-Denpasar, Juanda-Surabaya, Sultan Hasanuddin-Makassar, SAMS Sepinggan-Balikpapan, Adisutjipto-Yogyakarta, Adi Soemarmo-Solo, Ahmad Yani-Semarang, Syamsudin Noor-Banjarmasin, Sam Ratulangi-Manado, Supadio-Pontianak, Hang Nadim-Batam, El Tari-Kupang, Depati Amir-Pangkal Pinang, Internasional Lombok-Praya, Juwata-Tarakan, Sultan Syarif Kasim II-Pekanbaru, Sultan Thaha Syaifuddin-Jambi, Sultan Babullah-Ternate, Mutiara Sis Al Jufri-Palu, Sultan Iskandar Muda-Banda Aceh, Sultan Mahmud Badarudin II-Palembang, Internasional Minangkabau-Padang, Pattimura-Ambon, Fatmawati Soekarno-Bengkulu, Tjilik Riwut-Palangka Raya, Husein Sastranegara-Bandung, Sentani-Jayapura, Raden Inten II-Tanjung Karang, Djalaluddin-Gorontalo, Haluoleo-Kendari, Frans Kaisiepo-Biak, Raja Haji Fisabilillah-Tanjung Pinang dan Halim Perdanakusuma-Jakarta (HLP).

Untuk penerbangan Internasional, dari 7 bandara yang dipantau pada H1 ini, jumlah penumpang berangkat juga mengalami kenaikan 1,69% yaitu 41.761 penumpang dibanding tahun lalu yang jumlahnya 41.067 penumpang. Jumlah penerbangannya juga naik 6,61%%menjadi 258 penerbangan tahun ini dari 242 penerbangan tahun lalu.

Namun demikian secara kumulatif jumlah penumpang internasional dari H-7 hingga H1 tahun ini mengalami penurunan 1,2% dibanding periode yang sama tahun lalu. Jumlah penumpang internasional tahun ini 361.040 penumpang, sedangkan tahun lalu 365.421 penumpang. Sedangkan jumlah penerbangan tetap naik 6,28% menjadi 2.132 penerbangan dibanding tahun lalu 2.006 penerbangan.

Peningkatan penumpang tertinggi terjadi diBandara Djuanda Surabaya (56,47 %) dan peningkatan penumpang terendah terjadi diBandara Kualanamu Medan (4,42 %). Sedangkan penurunan penumpang tertinggi terjadi di bandara Ngurah Rai Denpasar (-19,93 %) dan penurunan penumpang terendah terjadi diBandara Adi Sucipto Jogjakarta (-3,66 %).

Ke-7 bandara yang dinatau tersebut adalah Bandara Soekarno-Hatta-Jakarta (CGK), Kualanamu Internasional-Medan, I Gusti Ngurah Rai-Denpasar, Juanda-Surabaya, Sultan Hasanuddin-Makassar, Adisutjipto-Yogyakartadan Husein Sastranegara-Bandung.

Dari data Extra Flight Keberangkatan Domestik di 35 Bandara pada tanggal 25 Desember 2017 H1 Shift II, dari rencana 114 penerbangan , terealisasi 29 penerbangan atau hanya 25%. Secara kumulatif dari H-7 hingga H1, Extra Flight Domestik mencapai 312 penerbangan dari rencana 508 penerbangan atau 61%.

Untuk Extra Flight Internasional pada tanggal 25 Desember 2017 ada 3 penerbangan dari 7 penerbangan yang direncanakan atau 43%. Secara kumulatif H-7 hingga H1 Extra Flight Internasional adalah 30 penerbangan dari rencana 34 penerbangan atau 88%.

Dari laporan Posko Terpadu Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara tersebut, hingga H1 ini tidak ada permasalahan yang berarti terkait operasional angkutan udara di semua bandara yang dipantau.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengapresiasi pencapaian operasional angkutan udara yang naik jumlahnya namun tidak ada kendala yang berarti ini.

"Saya berterimakasih kepada semua penyelenggara penerbangan baik itu dari jajaran otoritas Bandar Udara, pengelola bandara, maskapai penerbangan dan penyelenggara navigasi penerbangan atas keberhasilan operasional penerbangan hingga hari ini di mana tidak ada persoalan yang berarti walaupun jumlah penumpang dan penerbangannya naik. Hal ini tentunya hanya bisa dicapai dengan kerja keras dan kerja sama yang baik," ujar Agus.

Namun demikian Agus juga mengingatkan bahwa kerja belum selesai karena akan langsung disambung dengan penanganan angkutan udara untuk arus balik liburan Tahun Baru 2018. Jumlah penumpang untuk liburan tahun baru ini juga diprediksi meningkat bersama dengan jumlah penumpang libur Natal.

"Kita harus tetap waspada dan menyiapkan diri sebaik-baiknya agar operasional penerbangan libur tahun baru ini juga sukses dan tidak ada kendala yang berarti. Untuk itu saya tetap intruksikan untuk para penyelenggara penerbangan agar tetap bekerjasama dan bekerja keras sesuai dengan standar prosedur operasi yang sudah ada," lanjutnya.

Menurut Agus, masalah cuaca ekstrim masih akan memayungi operasional penerbangan di Indonesia mengingat pada periode Desember-Januari diprediksi akan menjadi puncak dari musim penghujan. Untuk itu Agus juga menghimbau pada para penumpang untuk bersabar jika terjadi keterlambatan penerbangan akibat cuaca yang tidak mendukung.

"Kami sudah instruksikan agar penerbangan selalu dalam koridor keselamatan, keamanan dan kenyamanan sesuai SE 16 thn 2017 yang diterbitkannya Jadi penyelenggara penerbangan harus menaati hal tersebut dan melayani penumpang dengan sebaik-baiknya sesuai aturan yang berlaku," pungkas Agus. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed