Jualan Aset BUMN Jalan Terus

Jualan Aset BUMN Jalan Terus

- detikFinance
Jumat, 10 Jun 2005 14:41 WIB
Jakarta - Meski dikritik, jualan aset BUMN terus berjalan. Pemerintah tetap akan melanjutkan kebijakan privatisasi BUMN. Mekanismenya akan diserahkan kepada Menneg BUMN Sugiharto. Makin cepat privatisasi dilakukan makin bagus, karena dapat digunakan untuk menambah defisit APBN."Lebih cepat lebih bagus. Mana saja, yang penting ada pemasukan Rp 13 triliun, dan kemudian ditambah dengan penyesuaian kredit dari ADB yang sebesar US$ 250 juta. Itu yang harus diselesaikan dengan PP," kata Menko Perekonomian Aburizal Bakrie usai salat Jumat di Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (10/6/2005).Kalau tidak, kata Ical, akan terjadi ketimpangan pada APBN. Namun privatisasi akan dilakukan pada saat kondisi pasar sedang baik. "Kita lihat pasar dan harga yang bisa kita capai pada waktu yang tertinggi mungkin," kata Ical.Kondisi perekonomian Indonesia saat ini, papar Ical, lebih bagus dibandingkan masa sebelumnya. Indonesia saat ini memiliki cash flow yang aman. "Kebijakan privatisasi tidak berubah. Tapi bukan berarti harus ada sekarang," kata Ical. Sekarang, lanjutnya, pemerintah hanya akan mau menjual dengan harga pada kondisi pasar sedang baik.Ical memastikan pemerintah tidak akan menjual sahamnya di bank BUMN yang strategis. "Kalau sahamnya adalah saham yang mayoritas, masak kita lepas," tegasnya.Dia juga memperkirakan, target dividen diperkirakan mencapai Rp 13 triliun. Sedangkan target privatisasi sebesar Rp 3 tri (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads