Apa yang disampaikan, menurut Sri Mulyani, adalah informasi yang butuh disampaikan sesuai dengan forum yang dihadirinya waktu itu.
"Ini forumnya musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan). Pemerintah Daerah DKI sedang kumpulkan masukan fakta data dari semua untuk rumuskan apa yang baik," kata dia di Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (29/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peru diketahui, tingginya uang perdinas bagi pejabat di lingkungan Pemda DKI tersebut sudah dimulai sejak era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, namun Sri Mulyani baru menegur di era kepemimpinan Anies Baswedan.
Menurut Sri Mulyani, penyampaian materi terkait perdinas DKI Jakarta memang sengaja dipersiapkannya mengingat acara yang dihadiri waktu itu adalah forum Musrenbang yang garis besarnya membicarakan pengelolaan anggaran Pemda DKI terkait program pembangunan yang akan dilakukan di tahun depan.
Dalam Musrenbang DKI Jakarta pada Rabu lalu Sri Mulyani menyebutkan satuan biaya uang harian perjalanan dinas di DKI sama Pusat hampir 3 kali lipatnya, Rp 1,5 juta per orang per hari di DKI, sedangkan untuk standar nasional hanya Rp 480.000 per orang per hari.
"Saya sampaikan bahan mengenai kondisi keuangan daerah. Kita persentasikan di semua forum ya," tandas dia.
(dna/ara)











































