Follow detikFinance
Jumat, 29 Des 2017 15:53 WIB

Isu Difteri Nyebar Lewat Terompet, Pedagang: Enggak Pernah Dengar

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Trio Hamdani/detikFinance Foto: Trio Hamdani/detikFinance
Jakarta - Menjelang tahun baru, masyarakat dihebohkan dengan beredarnya kabar soal terompet bisa menularkan penyakit difteri melalui percikan ludah. Pesan berantai tersebut muncul melalui media sosial dan aplikasi chatting.

Meski demikian, pantauan detikFinance di Pasar Asemka, Jakarta Barat, Jumat (29/12/2017), antusias masyarakat membeli terompet tetap tinggi. Sejak pagi hingga siang hari, masyarakat yang datang untuk sekedar beli terompet juga kian ramai.

Namun, pengakuan seorang pedagang terompet, sejuah ini semua berjalan normal. Tidak ada satu pun pembeli yang datang untuk komplain karena terserang sakit akibat terompet yang dijualnya.


"Enggak pernah dengar (soal penyakit itu), sudah puluhan tahun jualan terompet nggak ada keluhan apa-apa. Terompet yang kita jual enggak ada efek sampingnya," jelas Hayat, pedagang terompet pikul kepada detikFinance.

Bahkan kata dia, setiap pembeli yang datang tidak ada yang pernah mempertanyakan soal higienis atau tidak terompet yang dia jual.

"Hari ini sudah 19 biji yang laris. Satunya cuma Rp 5 ribu. Baru 2 hari jualannya. Kan kita rakit dulu. Kalau kemarin laku 200 terompet. Biasanya langganan. Itu buat dipakai rombongan. Kalau tahun kemarin bikin 300 habis," jelasnya.


Omi pedagang terompet di emperan toko juga berpendapat sama. Kata dia, sudah sepuluh tahun jualan terompet tidak pernah ada pembeli yang balik lagi untuk komplain. Dia memastikan sejauh ini terompet yang dijualnya aman.

"Enggak pernah ada komplain udah 10 tahun. Kita juga enggak pernah nyoba (terompetnya). Yang dicoba itu sama yang beli. Kalo udah dicoba terus bisa pasti dibeli," ujarnya.


Dia menambahkan, tahun baru kali ini memang sedikit lebih sepi dari tahun kemarin. Namun itu bukan dikarenakan adanya kekhawatiran masyarakat soal penyakit yang bisa ditularkan melalui percikan ludah itu.

"Mulai jualan 10 hari sebelum tahun baru. Kita barang sedikit aja masih banyak. Belum balik modal. Hari ini selusin juga belum ada. Seharusnya dekat-dekat ini rame tapi ternyata begini. Kemarin-kemarin ada selusin hari ini enggak," tambahnya (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed