Baru 17 Negara Siap Hadiri Pertemuan G33 di Jakarta
Jumat, 10 Jun 2005 22:12 WIB
Jakarta -
Pertemuan G33 aliansi 42 negara berkembang yang memiliki penduduk mayoritas petani kecil dan miskin di seluruh dunia, akan digelar di Jakarta, 11-12 Juni 2005. Sampai hari ini, hanya 17 negara dan 6 menteri yang komitmen untuk datang."Tapi ini tidak menjadi refleksi kelemahan hasil. Karena negara yang tidak hadir harus komitmen menerima apapun keputusan," kata Dubes RI untuk WTO Gusmardi Bustami saat konferensi pers di Departemen Perdagangan, Jl. Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (10/6/2005).Pertemuan G33 yang saat ini diketuai Indonesia, penting untuk menciptakan aturan multilateral dalam pembukaan pasar pertanian di dunia. Pertanian merupakan lokomotif ekonomi dan jika pertemuan ini tidak berhasil, maka sektor lain tidak akan bergerak."Akan dibahas isu special products (SP) dan special safeguard mechanism (SSM) serta strategi dan target kelompok dalam menghadapi tahap akhir putaran Doha," jelas Gusmardi.SP berkaitan dengan formula penurunan tarif, domestic support dan subsidi ekspor. SSM digunakan hanya oleh negara berkembang, dimana keseluruhan produk pertanian dan pemicunya adalah volume dan harga.G33 menyadari kesepakatan WTO di bidang pertanian masih mengandung ketidakadilan yang merugikan petani miskin di negara berkembang. Ia mencontohkan negara berkembang masih memberi subsidi kepada petani US$ 321 miliar, berarti US$ 1 miliar per hari. Sedangkan petani di Indonesia penghasilan masih dibawah US$1."Diharapkan para menteri dapat menyepakati suatu communique menteri yang dapat memberikan arahan politis bagi G33 dalam perundingan menuju Konferensi Tingkat Menteri VI WTO di Hongkong pada bulan Desember 2005 nanti," katanya.
(fab/)










































