Follow detikFinance
Rabu, 03 Jan 2018 13:53 WIB

Arab Saudi Tarik Pajak 5%, Biaya Umrah Bisa Naik Hingga Rp 23 Juta

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Fitraya Ramadhanny Foto: Fitraya Ramadhanny
Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) belum juga menerbitkan aturan minimum biaya perjalanan umrah sebesar Rp 20 juta, meskipun para asosiasi travel haji dan umrah sudah sepakat terkait dengan besaran harga tersebut.

Biaya Rp 20 juta untuk umrah ini hanya batasan bawah sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM) atau belum termasuk dengan kebijakan baru Arab Saudi yang menarik Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan tarif 5%.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah, dan In-Bound Indonesia (Asphurindo), Syam Resfiadi mengatakan, kebijakan yang diambil pemerintah Arab Saudi akan meningkatkan biaya perjalanan umrah mulai US$ 50 sampai US$ 250 (Rp 675.000 - Rp 3.375.000 asumsi kurs Rp 13.500)

"Iya ada tentunya, kenaikan tidak hanya tax 5%, tapi juga kenaikan bensin yang berdampak kenaikan semua sektor termasuk listrik, artinya kenaikan tidak cukup 5% pasti lebih, antara US$ 50-250," kata Syam saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Rabu (3/1/2018).

Dia mencontohkan, jika satu perusahaan travel haji dan umrah sebelumnya menetapkan biaya perjalanan US$ 1.650 maka harga tersebut bertambah US$ 50 atau US$ 250, tinggal disesuaikan saja.

Tidak hanya itu, kata Syam, kenaikan biaya perjalanan umrah juga berlaku bagi jemaah yang kondisinya sudah membayar sejak tahun lalu namun sampai saat ini belum melakukan keberangkatan ibadah.

"Iya tetap kena US$ 2.000+5%, di luar harga paket," jelas dia.

Syam mengungkapkan, kenaikkan harga biaya umrah akibat tarif pajak PPN di Arab Saudi 5% berlaku untuk komponen yang tersedia di sana. Mulai dari hotel, transportasi dan lainnya.

"Hanya dari land arrangement Makkah Madinahnya saja, komponen Saudinya saja, Mereka (jemaah) paham kok kondisinya, karena pasti semua juga menaikkan harganya," tukas dia. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed