Follow detikFinance
Rabu, 03 Jan 2018 18:47 WIB

Ke Karawang, Mentan Beberkan Cara Hindari Paceklik

Luthfiana Awaluddin - detikFinance
Foto: Mentan Amran Sulaiman mencoba inovasi teknologi mekanisasi modern hortikultura (Dok. Kementan) Foto: Mentan Amran Sulaiman mencoba inovasi teknologi mekanisasi modern hortikultura (Dok. Kementan)
Karawang - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, menyatakan paceklik selama 2017 bisa dihindari. Hal itu karena pola pertanian modern mulai diterapkan, mengganti pola tradisional.

"Paceklik dihilangkan dengan cara menanam 3 bulan sebelumnya," ujar Amran saat panen raya di Desa Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat Rabu (3/1/2018).

Sejak 2015 pemerintah berupaya mengubah pola tanam petani. Jika biasanya petani menanam padi dua kali dalam setahun, kini ditambah menjadi tiga kali dalam setahun, atau setiap 3 bulan.

"Ini (pola pertanian modern) adalah paradigma baru. Pertanian tradisional sekarang sudah ditinggalkan," kata Amran.

Amran menjelaskan, pola pertanian modern adalah sistem pertanian efektif dan efisien. Selain menghasilkan padi lebih banyak, pola tanam moderen bisa mencukupi kebutuhan beras dalam negeri.


"Perubahan paradigma pertanian itu fundamental. Hasilnya, sekarang panen terjadi di mana-mana. Kita siap hadapi surplus," tutur Amran.

Amran menambahkan, untuk mendongkrak produksi padi, pemerintah berupaya menggunakan serangkaian teknologi. Selain pupuk yang modern, ada pula alat dan mesin pertanian.

"Dulu pakai kerbau, sekarang pakai traktor. Dulu panen bisa 2 hari, sekarang menggunakan mesin combine harvester bisa selesai 1 hektare hanya 3 jam," kata Amran.


Serangkaian pola modern itu menurut Amran berdampak positif, termasuk meningkatkan kesejahteraan petani.

"Mengakibatkan kesejahteraan petani meningkat. Silakan cek di BPS, sekarang ada penurunan kemiskinan di pedesaan hingga 2 persen," terang Amran. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed