Follow detikFinance
Jumat 05 Jan 2018, 18:50 WIB

Ditjen Pajak Sudah Rampungkan Syarat Intip Rekening

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Ditjen Pajak Sudah Rampungkan Syarat Intip Rekening Foto: Tim Infografis: Fuad Hasim
Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) memastikan bahwa pihaknya telah memenuhi syarat untuk pertukaran informasi data perpajakan atau automatic exchange of information (AEoI).

Direktorat Jenderal Pajak, Robert Pakpahan mengatakan bahwa pihaknya telah memenuhi empat persyaratan yang diajukan dalam AEoI. Pertama, yaitu dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 tahun 2017 tentang pertukaran informasi keuangan.

Kemudian, mengikuti perjanjian internasional dan sistem informasi dan teknologi (IT). Serta syarat yang lainnya mampu menjaga tata kelola dan kerahasiaan.

"Kalau nggak salah ada 4 persyaratan dari mulai regulasi di internal, kesiapan IT, kemampuan kita menjaga rahasia," kata Robert di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Jumat (5/1/2017).

"Dengan kita menerbitkan Perppu itu sudah memenuhi legislasi yang disyaratkan. Kemudian, perjanjian internasional bahwa kita sudah aktivasi perjanjian yang dipersyaratkan. IT system sudah ada tim dari luar yang menilai sistem di DJP dan sudah lulus juga dan terakhir dia cek kemampuan tata kelola menjaga data safeguard sudah lulus juga," sambung dia.

Pihaknya pun yakin telah memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam AEoI "Kita telah memenuhi syarat dalam participant AEoI," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama mengatakan bahwa pihaknya dapat memulai pertukaran data tersebut mulai September. Sehingga Indonesia dapat melakukan pertukaran data perpajakan antar negara yang mengikuti AEoI.

"Untuk AEoI dari luar negeri itu September, WNI kita di seluruh luar negeri di negara yang ber-AEoI dengan Indonesia kan juga ada aturan, di perbankan, financial service mereka," ucap Hestu.

Lebih lanjut, Hestu mengatakan negara yang boleh melakukan pertukaran data tersebut termasuk Singapura. Pasalnya hal tersebut sesuai dengan perjanjian internasional.

"Iya kan sudah masuk skema AEoI September, ini perjanjian internasional. Ya pertukarannya kan satu per satu dengan pola yang sama," imbuhnya.

Hestu pun optimis bahwa Indonesia akan bisa bertukar data informasi dengan Singapura pada September mendatang. Dan hanya perlu menunggu pengumuman pada bulan Juni.

"Sejauh ini iya, disampaikan persiapan kita sudah on track, regulasi sudah aman, ada beberapa yang diperbaiki kita perbaiki, enggak masalah, itu sudah di assess confiden. Hasilnya positif kita tinggal tunggu pengumumannya saja dari global forum. Kita optimis semuanya on track dan bisa laksanakan. Dari global forum hasil finalnya kemungkinan Juni," tutupnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed