Posisi Cadangan Gas Indonesia Persulit Distribusi

Posisi Cadangan Gas Indonesia Persulit Distribusi

- detikFinance
Senin, 13 Jun 2005 16:01 WIB
Jakarta - Cadangan gas Indonesia saat ini masih cukup besar. Namun sayangnya, cadangan gas itu tersebar dan jauh dari titik-titik demand, sehingga menyulitkan distribusi. Untuk itu, pembangunan infrastruktur gas melalui pipanisasi harus dilaksanakan.Demikian dikatakan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di sela-sela rapat kerja (raker) gabungan dengan Komisi IV, VI , VII dan IX DPR RI dengan jajaran Menko Perekonomian di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/6/2005).Hadir dalam raker itu, Meneg BUMN Sugiharto, Menteri Perindustrian Andung Nitimihardja, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Negara Koperasi dan UKM Surya Dharma Ali, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, serta Menteri Keuangan Jusuf Anwar.Purnomo menjelaskan, pemerintah telah menempuh sejumlah kebijakan untuk mencegah kekurangan pasokan gas dalam negeri. Kebijakan pertama, meningkatkan kegiatan eksplorasi dan penawaran wilayah kerja baru.Kedua, melakukan sosialisasi ketentuan UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang migas yang mengatur ketentuan mengutamakan penggunaan migas untuk kebutuhan dalam negeri.Ketiga, mengimplementasikan kewajiban domestic market obligation bagi para produsen gas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.Keempat, menerapkan konsep margin cadangan gas utuk menjaga pasokan gas bumi. Kelima, melakukan perpanjangan kontrak LNG untuk ekspor, yang dilakukan setelah kebutuhan domestik terpenuhi. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads