Deptan Minta Subsidi Pupuk Rp 2,6 Triliun Tahun 2006
Senin, 13 Jun 2005 16:03 WIB
Jakarta - Departemen Pertanian (Deptan) minta subsidi pupuk sebesar Rp 2,6 triliun untuk tahun 2006. Pada tahun ini, berdasarkan audit, masih ada kekurangan dana subsidi pupuk Rp 533 miliar."Ini belum termasuk kenaikan harga gas," kata Menteri Pertanian Anton Apriyantono di sela-sela rapat kerja (raker) gabungan Komisi IV, VI , VII dan IX DPR RI dengan jajaran Menko Perekonomian di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/6/2005).Anton menjelaskan, subsidi itu meningkat karena adanya peningkatan konsumsi. "Ada peningkatan jumlah karena penghitungan lalu kurang. Jumlah subsidi pupuk tahun lalu 4,3 juta ton, saat ini diusulkan antara 4,5 hingga 4,6 juta ton. Jadi ada kenaikan 200 ribu ton untuk urea," urai Anton.Mengenai kenaikan harga gas yang berpengaruh pada harga pupuk, Anton mengatakan, pemerintah akan mengupayakan efisiensi pengunaan dana subsidi, sehingga tidak akan terjadi kekurangan dana.Sementara Meneg BUMN Sugiharto menambahkan, untuk mencapai swasembada pupuk, pemerintah akan menempuh sejumlah cara. Pertama, menyelesaikan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) II dan PT Kujang IB dengan kapasitas masing-masing 570 ribu ton.Kedua, melakukan modernisasi dan rehabilitasi pabrik-pabrik yang sudah tua. Ketiga,mendorong pengembangan usaha pupuk dan petrokimia seperti di Sultra dan Papua. Keempat, mendorong penggunaan pupuk berimbang berupa penggunaan pupuk urea. Sugiharto menilai, kapasitas produksi pupuk sudah memadai, yakni untuk jenis pupuk urea sebanyak 7,5 juta ton. Padahal kebutuhan dalam negeri hanya 5,5 juta ton, atau berarti ada peluang ekspor 2,5 juta ton.
(qom/)











































