Follow detikFinance
Senin, 08 Jan 2018 22:34 WIB

Sri Mulyani ke Pengusaha: Kalau Diganggu Lapor Saya

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta kepada kalangan pengusaha untuk tidak segan melapor ke dirinya jika mendapat pelayanan yang menyimpang dari petugas Kementerian Keuangan. Pernyataan Sri Mulyani tersebut terkait layanan dari Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) dan Ditjen Bea dan Cukai (DJBC).

"Sekarang saya sapu seluruh sektor produksi untuk bisa ekspansi. Saya minta Pak Heru (Dirjen Bea Cukai), Pak Robert (Dirjen Pajak) untuk layani masyarakat, dunia usaha dengan baik ya, kalau yang besar kalau diganggu telepon saya ya," kata Sri Mulyani Dialog perkembangan makro fiskal 2017 dan langkah-langkah kebijakan makro fiskal 2018 bersama pengusaha, pengamat ekonomi dan juga pimpinan media di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/1/2018).

Pemerintah akan terus melakukan pembenahan terkait dengan fasilitas fiskal yang tersedia, tujuannya untuk menjaga momentum investasi. Di mana, pada kuartal III-2017 dengan pertumbuhan ekonomi 5,06%, investasi berhasil tumbuh di level 7,1%. Hal itu juga yang diharapkan berlanjut pada 2018.


Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga berjanji untuk tidak berburu di kebun binatang dalam merealisasikan penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.618,1 triliun, yang berasal dari pajak Rp 1.424,0 triliun, dan bea cukai Rp 194,1 triliun.

"Jelas tidak berburu di kebun binatang. Seperti masukan yang kita terima hari ini, kita akan selalu open. UU APBN sudah ditetapkan oleh dewan bersama pemerintah. Jadi kita akan lakukan. Namun, seperti yang kita dengarkan semua tadi dari pelaku, kita lihat saja suasananya nanti," terang Sri Mulyani.


Sri Mulyani menambahkan, memang ada sektor yang pertumbuhannya cukup tinggi, dan di sisi lain Kementerian Keuangan tetap melihat keseluruhan secara hati-hati.

"Kita akan tetap lihat petanya dalam tax base kita memang bisa ada kemampuan, ada sektor yang memang struggle karena commodity drop waktu itu dan mulai recover, jadi kita tidak akan one size fix all. Kita akan lihat semuanya, tapi secara hati-hati ingin disampaikan bahwa penerimaan perpajakan dan target dari belanja akan dibuat demikian sehingga APBN bisa jadi pendorong ekonomi, bukan jadi penghalang," tutur Sri Mulyani. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed