Sri Mulyani: Penerimaan 2017 Bertambah Rp 4,2 Triliun

Sri Mulyani: Penerimaan 2017 Bertambah Rp 4,2 Triliun

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 08 Jan 2018 22:50 WIB
Sri Mulyani: Penerimaan 2017 Bertambah Rp 4,2 Triliun
Foto: Dok. Kemenkeu.
Jakarta - Kementerian Keuangan memastikan, penerimaan negara bertambah Rp 4,2 triliun menjadi Rp 1.659,9 triliun atau 95,6% dari target APBN-P 2017, atau tumbuh 6,68% (YoY).

Adapun, tambahan penerimaan Rp 4,2 triliun itu berasal dari penerimaan pajak non migas Rp 3,5 triliun, penerimaan bea dan cukai Rp 0,1 triliun, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 1,7 triliun, sementara penerimaan hibah berkurang Rp 1,2 triliun

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan tambahan penerimaan tersebut mempengaruhi defisit anggaran yang per 30 Desember 2017 sebesar 2,57%. Dengan kata lain, adanya tambahan penerimaan Rp 4,2 triliun serta realisasi belanja Rp 1.986 triliun, maka angka defisit menjadi 2,42% atau Rp 326,09 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Defisit anggaran 2,42% dari PDB, jauh di bawah target 2,92%," kata Sri Mulyani saat acara Dialog perkembangan makro fiskal 2017 dan langkah-langkah kebijakan makro fiskal 2018 bersama pengusaha, pengamat ekonomi dan juga pimpinan media di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/1/2018).

Angka defisit anggaran itu, kata dia, akan terus berkembang seiring dengan realisasi belanja yang terus bergerak.

"Kalau pun bergerak, kami perkirakan tidak akan melebihi 2,5% dari PDB," tambah dia. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads