Atasi Kenaikan Harga Beras, Bulog Tambah Lokasi Operasi Pasar

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 09 Jan 2018 09:45 WIB
Foto: Erliana Riady
Jakarta - Operasi pasar (OP) oleh Perum Bulog dalam mendistribusikan cadangan beras pemerintah (CBP) mengalami pertambahan jumlah titik lokasi, pada Januari 2018. Hal itu, salah satunya dilatarbelakangi kenaikan harga beras.

Pada Desember 2017 terdapat 1.172 titik yang dilaksanakan operasi pasar. Januari 2018 bertambah menjadi 1.362 titik.

"Desember kami gunakan 1.100an outlet, namun tidak cukup. Dengan pengeluaran beras saat itu 50 ribu ton masih belum terasa cukup. Instruksi beliau (Menteri Perdagangan) harus ditambah," kata Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti di Gudang Perum Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Diketahui, pada Oktober-Desember 2017 beras yang digelontorkan untuk OP CBP sebesar 53.241 ton. Pada Januari 2018 diperkirakan sebanyak 37.908 ton, tersebar di 198 titik di 26 divisi regional seluruh Indonesia dan akan dilaksanakan hingga 31 Maret 2018.

[Gambas:Video 20detik]


"Sejak November atas instruksi Menteri Perdagangan sudah dilakukan operasi pasar. Desember juga. Namun kita lihat dengan kuantitas dan luasan operasi pasar terasa masih kurang cukup mampu meredam harga yang ada," lanjutnya.

"Sejak 1 Januari, sejak diinstruksikan untuk ditambah, sudah ada pergerakan pertambahan jumlah beras yang dioperasikan," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, hari ini Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meluncurkan Operasi Pasar (OP) oleh Perum Bulog di Gudang Perum Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Enggar didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti, Sekretaris Jenderal Kemendag Kariyanto Supri, dan Inspektur Jenderal Kemendag Srie Agustina serta Dirut Bulog. (dna/dna)