Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 09 Jan 2018 18:55 WIB

Daftar Barang Impor Terlarang akan Turun Jadi 20% di 1 Februari

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: agung pambudhy
Jakarta - Menteri Kabinet Kerja melaksanakan rapat terkait tata niaga di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Sebagai informasi, dalam rapat tersebut hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Apa hasilnya?

"Hasil rapat bagus yang untuk lartas (larangan terbatas) kita akan coba selesaikan sesuai dengan komitmen dengan menurunkan sampai sekitar 20%," kata Sri Mulyani Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Maka dari itu ia juga berharap komitmen tersebut dapat membantu pemeriksaan khususnya pada bea cukai untuk seluruh kode HS yang berjumlah hampir 11 ribu.

"Sehingga bea cukai tidak lagi dibebani dengan memeriksa berbagai barang yang menjadi subjek lartas menjadi hanya sekitar 20% saja dari seluruh kode HS yang sekitar hampir 11 ribu," katanya.


Ia memaparkan bahwa para menteri Kabinet Kerja tersebut sudah sepakat terkait penurunan lartas menjadi sekitar 20%. Pihaknya pun berharap dapat menerapkan aturan ini pada 1 Februari mendatang.

"Kita tadi para menteri sepakat tinggal nanti dilakukan pelaksanaannya semoga nanti bisa pada 1 Februari lartasnya menurun tajam," ungkapnya.

Penyederhanaan pemeriksaan

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution juga mengatakan menyederhanakan proses pemeriksaan, sebab, ada pemindahan pemeriksaan dari pelabuhan ke pos border.

"Itu kan mau menyederhanakan dan ada yang memindahkan di pelabuhan ke pos border supaya kalau tidak penting, berbahaya itu enggak perlu harus ditahan di pelabuhan, diperiksa kan enggak lari pabriknya. Periksa saja di pabriknya," imbuhnya.

Oleh karena itu, lartas diharapkan turun menjadi 2200 kode HS. Sehingga, barang-barang yang diperiksa di border hanya barang yang dinilai penting dan berbahaya.

"Total HS kan 10.900, lartasnya 48% hampir 5.000, nah kita mau turunkan menjadi 2.200 ya itu 21% lah kira-kira (penurunananya). Jadi kalau yang penting dan berbahaya misalnya obat yang penting sekali itu ya memang harus diborder (pemeriksaan)," ungkapnya.


"Kita itu targetnya jadi 20,8%-20,1% lah. Tadi itu sudah hampir selesai tapi belum semuanya kita masih perlu menyelesaikan terutama 2 kementerian lagi yang masih ada tertinggal, yaitu Kementerian ESDM dan Kementerian Pertanian," sambung Darmin.

Sehingga dari persoalan keterlambatan tersebut, ia berharap bisa menyelesaikan lartas ini pada satu hingga dua minggu mendatang.

"Jadi belum tahu mudah-mudahan seminggu sampai dua minggu ini selesai. Itu yang dari dulu kita umumkan mengenai lartas," katanya.

Sementara itu, Enggar juga menyebutkan hal yang sama terkait rapat tersebut, yaitu kode HS akan dikurangi menjadi sekitar 20%. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com