JK: Kalau 1-2 Hari Harga Beras Masih Naik, Opsi Impor Terbuka

Muhammad Taufiqqurahman - detikFinance
Selasa, 09 Jan 2018 19:47 WIB
Foto: Fotografer: Rina Atriana/detikcom
Jakarta - Harga beras melonjak di awal 2018. Di Pasar Induk Beras Cipinang contohnya, harga beras medium naik Rp 800, sedang premium naik Rp 500.

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), opsi impor terbuka apabila harga beras terus naik, khususnya beras jenis medium. JK mengatakan, opsi impor bisa diambil jika beras medium menyentuh angka Rp 12.000/kilogram.

Adapun harga beras medium Rp 9.450/kg, sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah

"Opsi impor tidak dilarang, tapi kita minta jajaki tadi in case ada sesuatu perlu, in case kalau memang makin naik kita impor. Ya itu ditentukan tadilah kira-kira kalau mencapai harga 12 (Rp 12.000/kg) itu harga medium ya," ujar JK di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (9/1/2018).


Selain itu, JK mengatakan, impor juga untuk menambah stok beras di gudang Bulog. Di sisi lain, JK menambahkan, Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, menjanjikan ada panen baru di Januari ini.

Cuma, JK tidak mau mengambil risiko jika hasil panen tidak bisa mencukupi stok beras nasional. Pasalnya, stok beras nasional masuk kategori aman jika di atas 1 juta ton.

"Mentan menjamin bulan ini sudah ada panen yang baru, pada Januari, yang ditanam di Oktober sehingga itu bisa menstabilkan. Tapi, kita tidak mau ambil risiko, kalau satu dua hari masih naik maka opsi impor tetap terbuka," terang JK.


Lantas, berapa banyak beras yang diimpor jika opsi itu diambil pemerintah?

"Ya secukupnya untuk menekan. Antara 500 sampai sejuta (ton), kalau terjadi apa-apa," tutup JK. (hns/ang)