11 proyek riset dasar ini dipilih dari sekitar 50 proposal riset yang masuk dan telah diseleksi bersama oleh para peneliti dari Indonesia, Inggris dan internasional lainnya.
"Penelitian dasar bentuk komitmen negara menciptakan budaya unggul suatu negara di dalam mencapai bagaimana meningkatkan kesejahteraan maupun peradaban," kata Sri Mulyani saat acara saat acara Joint Announcement and Awarding Ceremony Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI)Jakarta, Kamis (11/1/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelas proposal proyek kolaborasi riset ini akan dilakukan oleh para peneliti utama dari universitas di Indonesia seperti Institute Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Hasanuddin. Sedangkan peneliti utama Inggris berasal dari University of Manchester, University of Bristol, University of Nottingham.
Adapun, DIPI bersama Newton mengumumkan bahwa 11 proyek kolaborasi riset dasar yang terpilih dalam berbagai topik prioritas seperti demam berdarah, tuberculosis, gambut, dan kebakaran hutan.
Indonesia, kata Sri Mulyani, merupakan negara berkembang yang terus memupuk pengetahuan di bidang ilmu penelitian. Hasil dari riset dasar yang dilakukan ini bisa menjadi bahan bagi pemerintah dalam memperbaiki perekonomian, pengetahuan, maupun pendidikan di tanah air.
"Indonesia terus menerus memperbaiki perekonomian, maupun pengetahuan dan pendidikan. Komitmen dalam mengembangkan kualitas, UU yang mengamanatkan 20% dari APBN untuk pendidikan, jumlah anggaran lebih dari Rp 440 triliun yang melonjak kurang lebih 10 tahun lalu," jelas dia.
Sementara itu, Direktur Eksekutif DIPI, Teguh Rahardjo mengatakan, 11 proyek riset didukung pendanaannya oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Newton Fund yang akan menyalurkan sekitar 5,5 juta poundstreling selama dua sampai tiga tahun ke depan.
"Mereka terpilih berdasarkan keunggulan dan kebaruannya. Dengan memilih untuk mendanai penelitian dasar yang berpotensi menghasilkan pengetahuan baru," kata Teguh.
Teguh bilang, salah satu proyek riset yang paling unik adalah menggunakan astronomi sebagai alat untuk membangun kapasitas di bidang sains, rekayasa teknik, dan metematika bagi guru dan pelajar SMA.
Setelah memberikan sambutan, Sri Mulyani yang didampingi oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Asean, dan Timor Leste, serta Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando menyerahkan penghargaan kepada masyarakat yang penelitiannya terpilih. (zlf/zlf)











































