Follow detikFinance
Jumat 12 Jan 2018, 12:22 WIB

Beras Medium Langka, Ini Penjelasan Kementan

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Beras Medium Langka, Ini Penjelasan Kementan Foto: Grandyos Zafna.
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan memutuskan untuk melakukan impor beras sebanyak 500.000 ribu ton. Penyebabnya adalah beras medium yang langka.

Kepala Badan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mengatakan kosongnya beras medium dikarenakan kondisi panen yang menghasilakn gabah yang baik dan cenderung diolah menjadi beras premium.

"Ini kan yang langka beras medium oleh karena itu ada kebijakan yang tentu ini kebijakan pemerintah untuk memenuhi beras medium yang ada di pasar. Kenapa beras medium langka? Ini kan panen gaduh panen gaduh itu umumnya gabah itu bagus kalo gabah bagus tentunya para penggiling maunya bikin premium dong kalo bisa premium kenapa medium," kata Agung di kantor Kementerian Pertanian, Jumat (12/1/2018).

Agung mengklaim, petani panen setiap hari. Namun, yang dipanen adalah gabah dengan kualitas premium, sehingga penggilingan memproduksi beras premium.

"Saya katakan, sekarang di mana-mana everyday panen, everyday tidak ada yang tidak panen," tuturnya.

Di sisi lain, dia mengatakan, beras premium adalah jenis beras khusus yang tidak semua orang mengkonsumsi beras premium. Misalnya, warung nasi atau pedagang yang memerlukan bahan baku nasi.

(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed