Follow detikFinance
Jumat 12 Jan 2018, 17:50 WIB

Cerita Pedagang Warung Nasi Cari Beras Murah untuk Jualan

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Cerita Pedagang Warung Nasi Cari Beras Murah untuk Jualan Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance
Jakarta - Harga beras naik beberapa hari terakhir. Di Pasar Induk Cipinang saja harga beras medium tembus Rp 12.000/kg, padahal harga eceran tertinggi (HET) Rp 9.450/kg.

Sedangkan beras premium Rp 13.000/kg, naik dari HET Rp 12 800/kg. Situasi ini berimbas ke pedagang warung nasi.

Pemilik warung nasi khas Sunda di kawasan Jalan MH Thamrin, Ella, mengatakan setelah harga beras medium naik, ia beralih ke kelas di bawah medium dengan harga Rp 10.000/kg.

"Saya beli satu hari lima liter, karena kan memang harus dibeli, beras yang dulu yang tadinya Rp 8.500 sekarang dijual 10.000. Kalau yang medium itu yang dulu Rp 10.000 jadi Rp 12.000 enggak beli, soalnya kan yang lain mahal semua telur mahal, ayam mahal, cabai mahal," kata dia kepada detikFinance di warungnya, Jumat (12/1/2018).


Dari segi kualitas Ella mengaku memang lebih bagus beras dengan harga Rp 12.000. Beras yang dia beli sekarang lebih banyak yang patah serta perlu dicuci sampai berkali kali.

"Beda, tapi gimana nyucinya aja," kata dia.

Pedagang nasi uduk sekaligus lontong dan soto di kawasan belakang Jalan MH Thamrin, Haryati, mengatakan untuk membuat lontong dari jenis beras yang murah yaitu Rp 10.000/kg.

"Buat yang beras medium masing masing 5 liter itu buat nasi uduk dan soto kalau buat lontong beli yang dibawah medium itu beli yang harganya Rp 10.000," kata dia.


Sejak kenaikan harga beras, Haryati yang bisa menjual lontong kari dengan harga Rp 8.000 harus menjual dengan harga Rp 10.000. Sementara Untuk Nasi Uduk yang biasa dijual Rp 10.000 kali ini dijual dengan harga Rp 12.000. Sementara soto ayam, yang dijual dengan Rp 15.000 Haryati hanya mengurangi porsi nasi.

Haryati mengungkapkan kenaikan harga beras sudah dirasakan sejak Desember lalu. Secara bertahap harga beras mulai naik dan membuatnya harus menaikan harga per porsi dari nasi jualannya. Selain harus menerima keluhan akibat naiknya harga makanan dari para pembeli, Haryati juga mengeluh kalau kualitas beras medium tidak sebagus dulu. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed