Follow detikFinance
Senin 15 Jan 2018, 10:20 WIB

Perwakilan KPK Hingga Polri Kumpul Bareng Mentan, Ada Apa?

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Perwakilan KPK Hingga Polri Kumpul Bareng Mentan, Ada Apa? Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance
Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman berkumpul bersama pejabat pusat hingga daerah untuk melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pertanian 2018.

Dari pantauan detikFinance Amran tiba dilokasi pada pukul 09.10 WIB. Rapat in dihadiri oleh Kepala Satgas Pangan, Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kementan. Ada pula, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemendes.

Selain itu, hadir juga Dirjen Penanganan Fakir Miskis Kemensos, KPK, Mabes Polri, Aster KSAD, Danrem dan Dandim.

Perwakilan KPK Hingga Polri Kumpul Bareng Mentan, Ada Apa?Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance

Berdasarkan agenda Kementerian Pertanian, Rakernas tersebut mengangkat tema 'Mengangkat Kesejahteraan Petani'. Ada sekitar 1.500 peserta yang hadir dalam rakernas ini.

Dalam sambutannya, Amran menjelaskan beberapa capaian yang telah dilakukan Kementan. Misalnya tidak melakukan impor beras medium pada tahun 2016 dan 2017.

"Kami ingin sampaikan beberapa hal capaian Kementan per hari ini. Kita tahun 2016, 2017 tidak ada impor beras medium," katanya di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (15/1/2018).

Kemudian Amran juga membahas capaian ekspor bawang merah sebanyak 12 ribu ton ke 6 negara dan potensi dari rawa lebak.

"Bawang merah impor 12 ribu ton hari ini ekspor 6 negara. Dulu kita negara peng-impor sekarang jadi peng-ekspor. Selain itu mimpi kita ke depan ada potensi luar biasa yang bisa di gali di negeri ini, contoh rawa lebak," ungkapnya.

Amran menjelaskan rawa tersebut bisa diubah menjadi sawah yang dapat berproduksi satu tahun 3 kali. Sehingga potensi yang didapat bisa berlimpah.

"Contoh rawa lebak dulu kalau musim hujan main perahu-perahuan, kalau musim kering kebakaran. Hari ini disulap jadi lahan sawah itu 1000 hektar yang dulunya tempat main-main. Kita udah bilang ada rawa sehingga ada 10 juta potensi untuk dibangunkan kalau panen 3 kali maka bisa 30 juta maka ini harus kita kejar," pungkasnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed