Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 15 Jan 2018 19:50 WIB

Bupati Ini Tawarkan Sektor Pariwisata ke Investor Saudi

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Dikhy Sasra Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Sektor pariwisata di kawasan timur Indonesia masih belum dikembangkan secara maksimal. Dalam hal ini, Bupati Takalar Sulawesi Selatan Syamsari Kitta mengaku akan membuka selebar-lebarnya investasi asing untuk masuk ke Takalar.

"Sulawesi Selatan itu kan semacam tempat transitnya orang-orang orang orang Indonesia timur. Maksudnya (pengembangan) destinasi wisata, mereka (investor) lebih terjamin karena business to government. Kami datang sebagai government menawarkan lahan untuk investasi, nanti lihat dulu dia studi dulu kalau wilayah disana itu seperti apa. Kami menawarkan kemudahan dan perizinan," papar dia dalam acara The First Saudi Arabia Investor Forum di Ritz Carlton, Jakarta, Senin (15/1/2018).

Sebagian besar wisatawan hanya mengetahui kawasan wisata seperti seperti Bali, Raja Ampat, Labuan Bajo sampai Gili Trawangan. Dirinya mengatakan perlu adanya penggalian destinasi lain seperti di kawasan Takalar Sulawesi Selatan. Potensi wisata terutama pantai dan laut yang indah di Takalar menurut Syamsari memang begitu indah, namun belum dikelola dengan baik. Terlebih dana pembangunan yang terbatas serta investor asing yang belum mengetahui potensi Sulsel, harus secara agresif diperkenalkan.

"Satu bisa bekerja sama dengan pengembang lokal dan kami juga dengan pemerintah setempat. Ya kalau mereka bangun di tempat kami ini kan BOT (build operate transfer) akan ke pemerintah jadi kalau kepentingannya BOT-nya berapa tahun dia untung maka kita lindungi untuk Perda. Jadi sistemnya diikat dengan Perda jadi investasinya aman. Jadi berapa tahun mau BOT-nya kita lindungi dengan perda, jadi investasinya enggak terganggu," kata dia.

Dirinya menjelaskan para investor harus berpedoman pada rencana tata kelola pembangunan wilayah Takalar. Beberapa infrastruktur pariwisata yang bisa dibangun meliputi penginapan, rumah sakit, hingga destinasi wisata.

"Saya ingin buat kondominium ya hotel resort dan sea world rumah sakit bertaraf internasional, islamic center ada mesjid terapung semacam wisata kebun, wisata di pantai. Makanya kami ini dekat dengan Makassar, Makassar itu sumpek tidak ada wisata yang representatif sementara mereka taraf ekonominya tinggi. Dia kan butuh wisata daripada dia harus ke Jakarta kan ini menghabiskan waktu jadi lebih baik berwisata di kawasan rumah Sulawesi," papar dia.

Sebagai informasi, para investor dari Arab Saudi hari ini menggelar dengan fokus industri real estate. Dalam acara ini sekitar 200 investor Arab Saudi dipertemukan dengan para pengusaha dan regulator di Indonesia.

Acara ini akan diselenggarakan guna menyajikan peluang investasi di bidang real estate di Indonesia kepada para pengusaha Arab Saudi. Acara ini diinisiasi oleh Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Pemerintah Pusat Indonesia dan Pemerintah Khusus Ibu Kota Jakarta. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed