Harga Ayam Tinggi, Kementan: Ada Gagal Panen dan Cuaca Buruk

Harga Ayam Tinggi, Kementan: Ada Gagal Panen dan Cuaca Buruk

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Selasa, 16 Jan 2018 19:29 WIB
Harga Ayam Tinggi, Kementan: Ada Gagal Panen dan Cuaca Buruk
Foto: Jhoni Hutapea
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan kenaikan harga daging ayam hingga Rp 40.000/ekor dikarenakan beberapa hal.

Direktur Perbibitan dan Produksi Kementan, Sugiono mengatakan kenaikan harga daging ayam tersebut dikarenakan meningkatnya harga ayam di peternak. Lalu, kenaikan harga di peternak tersebut akibat beberapa hal.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertama, karena terjadinya gagal panen akibat cuaca buruk yang menyebabkan munculnya penyakit. Kemudian, karena terjadinya gangguan pertumbuhan ayam yang menyebabkan tubuh ayam kecil atau kerdil.

"Meningkatnya harga Live Bird (LB) di tingkat konsumen disebabkan oleh karena meningkatnya harga LB ditingkat peternak. Adapun pemicu meningkatnya harga LB di tingkat peternak adalah terjadinya gagal panen karena faktor penyakit akibat cuaca yang buruk dan menyebabkan kematian," ucapnya kepada detikFinance, Selasa (16/1/2018).



"Dua terjadinya gangguan pertumbuhan ayam atau ayam tumbuh kerdil," sambung Sugiono.

Selain itu, kata Sugiono, meningkatnya harga daging ayam karena pengaruh penggunaan hormon pertumbuhan ternak masih pihaknya cek lebih lanjut. Sehingga belum ada hasil yang pasti.



Pasalnya, menurutnya ada analisa yang menyatakan bahwa penggunaan hormon tersebut menyebabkan perlambatan pertumbuhan ternak. Sehingga meningkatkan biaya pemeliharaan yang lebih tinggi dan mempengaruhi pada harga jual peternak.

"Sedangkan pengaruh pelarangan penggunaan hormon pertumbuhan belum ada hasil," pungkasnya. (ara/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads