Bulog Tawarkan 2 Alternatif Penyaluran Subsidi Raskin
Rabu, 15 Jun 2005 17:14 WIB
Jakarta -
Bulog memberikan dua alternatif pemberian subsidi beras untuk rakyat miskin (raskin) tahun 2006 untuk 10,83 juta kepala keluarga. Alternatif pertama Rp 1.000 per kg sehingga total subsidi mencapai Rp 6,628 triliun. Alternatif kedua, Bulog menawarkan ada kenaikan harga beras raskin Rp 1.500 per kg sehingga terjadi penurunan subsidi menjadi Rp 5,328 triliun.Demikian Dirut Perum Bulog Widjanarko Puspoyo di sela-sela rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/6/2005)."Tampaknya DPR setuju memilih alternatif pertama, dengan harga tidak dinaikkan," kata Widjanarko.Ia menyebutkan, DPR juga mengusulkan raskin gratis, namun dengan syarat orangnya harus betul-betul orang miskin. "Ini dibutuhkan akurasi data. Bila ini benar-benar terlaksana, maka ada pembengkakan subsidi menjadi Rp 12 triliun," ungkap Widjanarko. Mengenai distribusi raskin, Widjanarko mengaku Bulog tidak ada masalah. Namun yang menjadi masalah, menurut dia, adalah daya beli masyarakat. Selain itu juga ada masalah alokasi dana distribusi yang hanya sampai kecamatan atau kelurahan. "Jadi distribusi di RT dan RW perlu tambahan alokasi dana distribusi. Inilah yang harus disiapkan pemda dalam APBD," ujarnya. Bahkan, tambah Widjanarko, di beberapa daerah, harga raskin lebih Rp 100 atau Rp 200 karena biaya distribusi dibebankan kepada masyarakat.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































