Pemerintah Sambut Baik Bantuan Cina US$ 300 juta
Rabu, 15 Jun 2005 22:46 WIB
Jakarta -
Tawaran pemerintah Cina untuk membiayai proyek infrastruktur senilai US$ 300 juta disambut baik pemerintah RI. Oleh karenanya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyoono (SBY) bersama sejumlah menteri akan melakukan kunjungan ke Cina pada minggu kedua bulan Juli untuk menawarkan proyek infrastruktur itu."Proyek yang sedang kita tawarkan kepada pemerintah Cina antara lain proyek listrik, bendungan Jati Gede dan semua proyek yang ada kaitannya dengan kepentingan rakyat kecil. Proyek yang ditawarkan bukan merupakan proyek mercu suar," kata Menkeu Jusuf Anwar usai mengikuti rapat koordinasi menteri-menteri bidang perekonomian di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Rabu (15/6/2005) malam.Dalam rapat itu, hadir Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, Menkeu Jusuf Anwar, Menteri Perdagangan Mari Pangestu, Menteri PU Joko Kirmanto dan Menteri Kelautan dan Perikanan Fredy Numberi.Mengingat total dana yang diperlukan untuk keseluruhan proyek mencapai US$ 675 juta, sementara tawaran dari Cina hanya mencapai US$ 300 juta maka tiap departemen diminta untuk membuat prioritas proyek yang akan ditawarkan. "Kalau semua diambil sekaligus tawaran mereka yang US$ 300 juta, itu tidak akan cukup. Kita juga telah diberikan pinjaman oleh Bank China untuk pembangunan jembatan Suramadu," kata Menkeu.Tawaran utang dari Cina dinilai Menkeu, cukup kompetitif bahkan sama kompetitifnya dengan tawaran utang dari Bank Dunia dan ADB. "Ini menjadi pertimbangan kita dimana jangka waktu pembayarannya paling sedikit 15 tahun dengan grace periode cukup lumayan yakni 7 tahun," tandasnya.Cina kata Jusuf merupakan negara yang potensial sebagai sumber pembiayaan. Cina dengan pertumbuhan ekonominya yang pesat telah beralih dari negara debitor menjadi negara kreditior. Cina memiliki foreign reserve sebesar US$ 650 miliar. "Itu merupakan potensial likuiditas yang cukup tinggi," jelas Jusuf.Menkominfo Sofyan Djalil mengatakan, rencananya besok akan dilakukan pembahasan lebih lanjut proyek-proyek yang akan diprioritaskan. Saat ditanya proyek infrastruktur apa yang akan ditawaran ke Cina, dia menyebutkan beberapa proyek diantaranya pembangunan double track jalur kereta api Cirebon-Kroya yang membutuhkan dana US$ 226 juta, pengadaan 50 buah lokomotif senilai US$ 60 juta dan pembangunan bendungan Jati Gede serta proyek kelistrikan."Banyak permintaan daripada budgetnya. Besok akan dilakukan pembahasan mana yang lebih penting," kata Sofyan.
(mar/)










































