Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 20 Jan 2018 12:15 WIB

Setelah 5 Tahun, Manggis RI Akhirnya Bisa Tembus Pasar China

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dok. Kementan Foto: Dok. Kementan
Jakarta - Lima tahun terakhir manggis Indonesia tidak dapat masuk ke China. Padahal buah yang kaya manfaat ini digemari dan terbukti banyak ditemukan manggis Indonesia di China.

Namun kini buah tropis tersebut akhirnya mampu menembus pasar negeri tirai bambu tersebut setelah menempuh sejumlah tahap sebelumnya. Hal itu ditandai dengan launching perdana ekspor buah Manggis sebanyak 1 ton yang akan diterbangkan menuju China pada hari Kamis (18/1) lalu.

"Mereka (China) larang masuk langsung dari Indonesia tapi ambil dari Malaysia, Vietnam, Thailand sehingga nilai tambah dikantongi negara perantara, bukan kita" kata Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini dalam keterangan resminya seperti dikutip detikFinance di Jakarta, Sabtu (20/1/2018).

Dijelaskan bahwa kondisi diskriminasi terjadi pada buah manggis Indonesia di China. Hal ini pun akhirynya dilaporkan Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) tanggal 27-28 Oktober 2016 di Genewa.

Setelah melewati negosiasi yang panjang, akhirnya pada tanggal 11 Desember 2017, Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian RI dan Otoritas karantina China (Administration of Quality Supervision, Inspection and Quarantine of the Peoples Republic of China/AQSIQ) menandatangani kesepakatan protokol manggis. Protokol manggis ini menyusul protokol sarang burung walet dan salak yang telah lebih dahulu sukses meluncur ke negeri Bambu Kuning.

Ekspor Manggis ke ChinaEkspor Manggis ke China Foto: Dok. Kementan


Peluncuran perdana ekspor buah eksotis Indonesia ini dilakukan melalui Bandara Soekarno Hatta dengan eksportir PT Agung Mustika Selaras, Tangerang. Buah manggis berasal dari kebun yang sudah diregistrasi di daerah Subang dan dikemas di rumah kemas yang juga telah teregistrasi oleh Kementerian Pertanian.

Proses sortasi dan pengemasan, di bawah pengawasan petugas karantina dari Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak terbawanya Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) berupa serangga hidup yang di antaranya adalah kutu putih (mealy bug), semut dan serangga hidup lainnya.

Proses pengawasan sebelum pengemasan, terhadap buah manggis ini dilakukan perlakuan karantina terlebih dahulu, yaitu pencucian menggunakan cairan desinfektan, penyemprotan dengan udara bertekanan tinggi menggunakan kompresor (Air Brushing) dan dikemas dalam keranjang yang telah dilapisi kertas serta dibungkus menggunakan plastik. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadinya reinfestasi kembali oleh serangga selama di perjalanan.

Diharapkan dengan adanya launching perdana ini dapat diikuti oleh ekportir-eksportir lainnya guna memenuhi persyaratan administrasi maupun teknis sebagaimana tercantum dalam protokol yang sudah disepakati. Hal penting yang tertuang dalam protokol ekspor Manggis ke China tersebut di antaranya adalah kebun yang sudah teregistrasi, rumah kemas yang sudah teregistrasi dan bebas dari OPT seperti Lalat Buah (Fruit flies), Kutu Putih (Mealy Bugs), dan Kutu tempurung (Scale Insect).

Banun Harpini menegaskan, Badan Karantina Pertanian terus mendorong disepakatinya protokol ekspor bagi produk-produk pertanian sehingga dapat mendorong petani berproduksi dengan standar ekspor dan mendapatkan nilai lebih sehingga dapat menjadikan petani Indonesia yang makmur dan sejahtera. Jumlah total yang diminta China untuk musim panen 2018 sebanyak 2.000 ton. (eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed