Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 22 Jan 2018 15:36 WIB

Begini Cara Antisipasi Konflik Saat Bikin Usaha Bareng Teman

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Memulai bisnis rintisan bersama teman saat ini sedang ngetren. Pasalnya, kedua belah pihak merasa lebih senang dan mudah karena memiliki teman yang memiliki kesenangan yang sama dalam berbisnis. Tapi, dibalik itu ada risiko terciptanya konflik dalam perjalanan bisnis tersebut.

Perencana keuangan, Aidil Akbar mengatakan dalam setiap usaha bersama orang lain pasti akan ada konflik yang mewarnai. Apalagi, jika usaha tersebut sudah mendatangkan profit atau keuntungan bagi kedua belah pihak.

Menurut dia, untuk mengantisipasi ini kedua belah pihak harus membuat perjanjian jika memang ke depannya terjadi konflik hingga menyebabkan pecah kongsi.

"Harus ada perjanjian, jika nanti pisah bagaimana. Harus ngomongin yang pahit dulu di awal. Contohnya kayak ayam goreng Suharti kan mereka pecah kongsi tuh, tetap pakai brand yang sama tapi yang satu pakai foto si Ibu Suhartinya yang satu pakai gambar ayam," kata Aidil saat dihubungi detikFinance, Senin (22/1/2018).

Menurut Aidil, untuk mengurangi konflik harus ditetapkan sejak awal pembagian profit hingga pembayaran gaji. Dia menjelaskan soal keuangan adalah hal yang sangat sensitif, meskipun saat awal bisnis tidak akan terasa.

"Konflik biasanya terjadi saat bisnis mulai ada profit. Kalau awal-awal kan belum ada apa apa, jadi apa yang mau diributkan. Biasanya antara teman, merasa bekerja atau berkontribusi terlalu besar di bisnis sehingga menciptakan ketegangan," ujar dia.

Aidil mengungkapkan, pencatatan keuangan yang baik dan rapi merupakan salah satu penentu kelangsungan hidup bisnis yang dijalankan. Ini juga untuk mencegah kecurigaan antara kedua belah pihak dalam keuangan perusahaan. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com