Follow detikFinance
Senin, 22 Jan 2018 23:12 WIB

4 Jurus Sri Mulyani Tingkatkan Kinerja PNS

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Maikel Jefriando-detikFinance Foto: Maikel Jefriando-detikFinance
Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, ingin agar struktur kelembagaan di kementerian dan lembaga berfungsi lebih optimal. Menurutnya hal itu bisa terlaksana dengan 4 jurus.

Keempat jurus itu antara lain anggaran, kualitas sumber daya manusia (SDM), organisasi dan bisnis proses.

"Jadi kalau menurut saya empat hal itu budget, SDM, organisasinya dan yang terakhir bisnis proses. Itu yang harus diperhatikan," tuturnya dalam acara Refleksi 2017 & Resolusi 2018 di Kementerian PAN-RB, Jakarta, Senin (22/1/2018).


Untuk anggaran, kata Sri Mulyani, efisiensi merupakan hal yang paling penting. Kinerja dari suatu lembaga bisa dinilai dari seberapa produktifnya menghasilkan sesuatu dengan anggaran seminimal mungkin dan yang paling penting tepat sasaran.

"Pak Presiden katakan, semua, tidak hanya menteri, dirjen, direktur, sampai eselon 4, semuanya punya cara pandang mengelola budget secara tepat sasaran. Saya tidak petakan dengan target kinerja segini harus budget segini, tapi dengan anggaran yang sama kita bisa hasilkan lebih banyak," terangnya.


Lalu yang kedua, SDM-nya harus berkualitas. Menurut Sri Mulyani, para Kementerian dan Lembaga tahun ini sudah mendapatkan SDM baru yang berkualitas. Sebab dari 37.108 formasi CPNS yang dibuka pemerintah di 2017 pelamarnya mencapai 2.433.656. Sementara yang sudah diterima sebanyak 33.156 orang.

"Dari 2 juta pelamar yang diterima hanya 37 ribu. Itu asumsinya kita sudah dapat top of the top. Jangan sampai sudah masuk 6 bulan jadi bodoh. Saya sudah katakan ke tim kami. Tugas kita bagaimana yang sudah kita dapat makin baik, dia berkembang di organisasinya," imbuhnya.

Kemudian yang ketiga organisasinya harus dibenahi. Mantan pejabat Bank Dunia itu menyoroti jumlah struktur organisasi di kementerian dan lembaga yang tidak sesuai dengan tingkat kebutuhan dan fungsinya.


"Kalau hanya butuh 4 eselon 1 ya 4 saja enggak perlu 9 orang. Kalau eselon 1 butuh 15 orang ya harus 15 orang, itu really base on job. Menurut kami struktur pemerintahan harus fleksibel berdasarkan kebutuhan," tegasnya.

Sementara yang terakhir dari sisi bisnis proses. Menurutnya demi mendorong hasil yang sempurna, seharusnya kementerian dan lembaga bisa melakukan perubahan yang positif.

"Kalau ada masalah tidak kita selesaikan tetapi sudah mengikuti aturan. Saya pernah jadi menteri sepuluh tahun yang lalu, nota dinasnya itu sama seperti sekarang," tandasnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed