Respons Imbauan SBY Soal BUMN
Sugiharto Review Kinerja BUMN
Kamis, 16 Jun 2005 17:53 WIB
Jakarta - Meneg BUMN Sugiharto dalam waktu dekat akan menggelar rapat kerja untuk membahas kinerja BUMN berkaitan dengan imbauan Presiden untuk menutup BUMN yang rugi dalam 2 hingga 3 tahun terkhir. Secara prinsip Sugiharto mengaku setuju dengan imbauan presiden itu, namun dengan tetap memperhatikan layanan terhadap publik sehubungan penutupan BUMN bersangkutan."Penutupan BUMN kan juga butuh biaya, untuk pesangon dan sebagainya. Ini juga yang harus diperhatikan," kata Sugiharto di sela-sela pembukaan Jakarta Fair, di Arena PRJ, Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/6/2005).Menurut Sugiharto, yang dimaksud Presiden penutupan dengan BUMN rugi adalah penutupan BUMN yang rugi abadi. "Inilah yang akan kita tekankan dalam raker nanti, mengapa bisa sampai begitu," tegasnya.Dijelaskannya, kebanyakan BUMN yang rugi adalah BUMN yang berkaitan dengan sektor publik seperti PLN, PDAM dan sejenisnya. Khusus untuk BUMN demikian, maka penutupan harus diikuti dengan langkah antisipasi agar layanan publik tidak terpangkas. Ditemui terpisah, anggota Komisi XI DPR RI Dradjad H. Wibowo mengatakan, penutupan BUMN sebaiknya dilakukan pada BUMN yang tidak punya kepentingan politis terhadap pemerintah. Sementara untuk BUMN yang tergolong melakukan tugas layanan publik, penutupannya jauh lebih rumit karena memang membtuhhkan keberanian politis dari pemerintah. "Sebaiknya tutup saja BUMN yang merugi yang tidak punya kepentingan politik lagi seperti BUMN kontraktor," kata Dradjad Wibowo.
(qom/)











































