Padahal kebutuhan tenaga penerbang pesawat di wilayah Timur bisa dimanfaatkan pilot muda Indonesia untuk memambah jumlah jam terbang. Dengan kata lain, penerbangan di area Timur Indonesia, misalnya Papua bisa menjadi peluang bagi pilot muda memulai karir.
"Ada kesempatan di Papua. banyak ya," kata dia dalam paparannya di diskusi tentang Optimalisasi Penyerapan Pilot Ab Initio di Jakarta, Rabu (24/1/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada alasan yang melatarbelakangi hal tersebut. Menurutnya, medan di wilayah Timur memang lebih sulit, tidak seperti pada umumnya medan di area lain. Namun, pilot asing menyanggupi itu.
"Tapi di sana juga tidak gampang, medannya sulit terus anda harus bersaing dengan bule-bule yang hanya minta jam terbang, butuh jam terbang ya," lanjutnya.
Namun, menyadari bahwa masih banyak pilot-pilot muda di Indonesia yang belum mendapatkan kesempatan kerja, dia mengimbau mereka untuk mulai memanfaatkan kesempatan kerja dengan menjadi pilot di wilayah Timur.
Selain untuk kepentingan karir, kata Budi Karya, menjadi pilot di wilayah Timur juga merupakan bentuk pengabdian terhadap negara.
"Sebagai profesi mungkin anda harus ambil kesempatan itu sehingga ada satu rasa kita mengabdi kepada Papua, kepada Kaltara (Kalimantan Utara), kan malu, masa bule-bule yang di sana. Adek-adek (pilot) bisa lakukan," tambahnya. (eds/eds)











































